Surabaya (ANTARA) - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers perlu memperkuat fungsi edukasi publik dan kritik sosial berbasis data di tengah perubahan lanskap media digital saat ini.
Hal tersebut disampaikan Komaruddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyegaran Penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar secara daring oleh Lembaga Uji UKW Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Solopos Institute, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Selasa.
Komaruddin mengatakan, pers sejak awal memiliki peran strategis sebagai sarana pendidikan masyarakat sekaligus penyampai kritik sosial yang konstruktif bagi kehidupan berbangsa.
“Bagi saya, pers itu kendaraan untuk dua hal penting, yaitu edukasi dan kritik sosial,” ujarnya.
Menurut dia, fungsi hiburan yang dahulu juga menjadi bagian dari media kini banyak diambil alih oleh televisi dan platform digital lain. Karena itu, pers perlu kembali meneguhkan perannya sebagai pengawal nilai-nilai demokrasi dan cita-cita kemerdekaan bangsa.
Ia menilai hingga kini cita-cita kedaulatan rakyat dalam sistem republik masih menjadi tantangan yang harus terus diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pers dan kalangan intelektual.
Komaruddin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pers dan perguruan tinggi dalam menghasilkan kritik sosial yang berbasis riset dan data.
“Sekarang ini tidak lagi cukup dengan asumsi. Kritik sosial harus disampaikan dengan data yang kuat,” katanya.
Menurut dia, kerja sama dengan lembaga riset, lembaga survei, hingga komunitas kreator digital dapat memperkuat agenda setting media dalam mengangkat isu-isu strategis bangsa secara objektif dan akademis.
Ia berharap pers tidak hanya menyampaikan keluhan atau opini, tetapi juga menghadirkan analisis berbasis fakta yang dapat memperkaya diskursus publik dan membantu masyarakat memahami berbagai persoalan bangsa.
Kegiatan penyegaran penguji UKW tersebut diikuti para penguji dari berbagai lembaga uji kompetensi wartawan sebagai upaya menjaga kualitas standar kompetensi dan profesionalisme jurnalis di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua Dewan Pers: Pers harus perkuat kritik sosial berbasis data
