Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di daerahnya mewaspadai potensi kejadian luar biasa (KLB) dan wabah lainnya selama momentum Lebaran 2026.
"Kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) dan wabah lainnya juga sudah kita sampaikan ke semua puskesmas untuk selalu bersiaga menghadapi adanya kasus-kasus yang mungkin terjadi saat Lebaran," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara, di Bantul, Jumat.
Menurut dia, setiap puskesmas dan rumah sakit agar melaporkan potensi KLB melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR), kejadian keracunan makanan dan penyakit potensial KLB berkoordinasi dengan surveilans Dinas Kesehatan.
"Kasus-kasus entah itu penyakit yang tiba-tiba muncul atau kasus-kasus keracunan makanan yang mungkin terjadi pada saat Lebaran karena mungkin banyak acara syawalan dan makan bersama perlu diantisipasi, sehingga teman-teman kita siagakan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut," katanya.
Dia mengatakan, seluruh RS, puskesmas, dan klinik agar meningkatkan kewaspadaan malaria melalui pemantauan wilayah setempat dan skrining malaria kepada masyarakat dengan riwayat bepergian atau pulang dari daerah endemis melalui pemeriksaan RDT (rapid diagnostik test) atau tes diagnostik cepat.
"Seluruh puskesmas, rumah sakit, dan klinik juga melakukan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, seperti campak, rubella, pertusis, difteri, dan inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA)," katanya.
Selain dari sisi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), kata dia, terkait pelayanan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) juga disiagakqn, sehingga harapannya nanti masyarakat atau yang membutuhkan pelayanan, jaminan pembiayaannya bisa ditanggung.
"Jadi harapannya tidak ada masyarakat yang harus menunggu lama untuk mendapatkan kepastian terkait dengan jaminannya," kata dia.
