Dinkes Yogyakarta antisipasi lonjakan kasus penyakit usai Lebaran 2026

id penyakit,Lebaran 2026,Dinkes Yogyakarta,ramadhan,ramadhan 2023,tradisi ramadhan,bulan ramadhan,bulan puasa,puasa 2023,ib

Dinkes Yogyakarta antisipasi lonjakan kasus penyakit usai Lebaran 2026

Arsip - Petugas kesehatan memeriksa mulut pasien saat cek kesehatan gratis di Puskesmas Mergangsan, Yogyakarta, Selasa (11/2/2025). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nym

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengantisipasi potensi lonjakan kasus penyakit usai Lebaran 2026 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.

"Potensi tersebut ada, karena tingginya faktor risiko penularan penyakit pada waktu Lebaran," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, selama Lebaran terjadi arus keluar-masuk masyarakat ke Kota Yogyakarta, baik pemudik, mahasiswa, pelajar, maupun wisatawan, yang meningkatkan intensitas interaksi antarindividu dan berpotensi mempercepat penularan penyakit.

"Jika ada orang menderita penyakit menular, baik yang datang ke Yogyakarta atau yang tinggal di Kota Yogyakarta kemudian menularkan, berpotensi terjadi eskalasi penularan pada warga lokal sehingga terjadi lonjakan kasus," ujarnya.

Adapun penyakit menular yang berpotensi meningkat usai Lebaran antara lain influenza varian berat (super flu), campak, dan COVID-19. Selain itu, penyakit lain seperti tuberkulosis, malaria, dan polio juga berpotensi mengalami peningkatan meski tidak secepat tiga penyakit tersebut.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dinkes Kota Yogyakarta bersama puskesmas dan rumah sakit melakukan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), baik berbasis indikator maupun kejadian.

Jika ditemukan kasus penyakit menular, Lana memastikan segera ditindaklanjuti guna mencegah penyebaran lebih luas.

Selain itu, Dinkes juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap penyakit serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Lana mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan yang higienis, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar.

Ia juga menyarankan penggunaan masker saat berada di kerumunan atau ketika berdekatan dengan orang yang sedang sakit, serta mengutamakan istirahat dan pengobatan apabila mengalami gejala penyakit.

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) juga berpeluang meningkat pasca-Lebaran akibat perubahan pola makan dan gaya hidup selama libur.

"Masalah penyakit tidak menular sering kali meningkat pada masa pasca-Lebaran akibat perubahan pola makan dan gaya hidup yang drastis selama liburan," kata Lana.

Beberapa PTM yang umum muncul antara lain hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, asam urat, hingga penyakit jantung dan stroke, serta gangguan pencernaan seperti maag.

Kondisi tersebut dipicu konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, serta kurangnya aktivitas fisik.

Untuk mencegahnya, Lana mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui perilaku CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet gizi seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres, serta mengatur kembali pola makan setelah Lebaran.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.