Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan potensi El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino tidak akan mengganggu penyerapan beras nasional karena berbagai skema antisipasi telah disiapkan secara matang.
Rizal menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema, mulai dari skema normal hingga alternatif, untuk memastikan penyerapan beras produksi tetap berjalan optimal di tengah potensi gangguan iklim ekstrem.
"Insya Allah (penyerapan beras) tidak terganggu, kita (sudah) siapkan skema-skemanya, skema normal, skema alternatif satu, skema alternatif dua," kata Rizal ditemui usai rapat hilirisasi pertanian bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan seluruh skema tersebut telah memperhitungkan kemungkinan dampak El Nino, sehingga langkah antisipasi yang disusun dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.
Selain itu, Bulog juga telah mengantisipasi perkembangan geopolitik global, termasuk potensi gangguan di kawasan Timur Tengah, yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan distribusi komoditas pangan nasional.
Dalam perhitungannya, Bulog memastikan berbagai skenario telah dihitung ulang agar harga tetap stabil meskipun terdapat tekanan dari faktor eksternal yang bersifat global.
Rizal menyebutkan dari sisi ketersediaan, stok beras nasional yang dikelola BUMN pangan itu telah mencapai sekitar 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton pada April 2026.
Sementara itu, realisasi penyerapan beras sepanjang Januari hingga Maret telah mencapai 1,3 juta ton, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah dalam periode tiga bulan.
"Penyerapannya 1,3 juta ton itu yang Januari sampai Maret, itu tertinggi sepanjang sejarah. Belum pernah dalam tiga bulan sampai 1,3 juta ton (penyerapan beras), belum pernah, baru kali ini, alhamdulillah," ucap Rizal.
Ia menegaskan capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja penyerapan beras nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
Untuk mendukung kapasitas penyimpanan, tambah Rizal, pemerintah telah menerbitkan instruksi presiden terkait pembangunan gudang baru yang akan segera ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
Bulog juga masih melakukan penyewaan gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 2 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok yang terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan total kapasitas penyimpanan yang mencapai sekitar 6 juta ton, Bulog memastikan masih terdapat ruang yang cukup untuk menampung tambahan stok guna menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
"Kita punya kemampuan gudang Bulog itu kan 4,3 juta ton yang sekarang. Sedangkan yang kita sewa ini (kapasitas) 2 juta (ton). Jadi, kita antisipasi (kapasitas gudang) 6 juta ton sehingga masih ada ruang untuk tambahan-tambahan berikutnya," kata Rizal.
Diketahui, Perum Bulog mendapat target penyerapan sebanyak empat juta ton setara beras dan satu juta ton jagung dari petani di dalam negeri sepanjang 2026, sebagai bagian dari rencana strategis penguatan ketahanan pangan nasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dirut Bulog sebut potensi Godzilla El Nino tak ganggu penyerapan beras
