Perempuan harus berdaya, KemenPPPA soroti penguatan SDM dan organisasi

id Arifah Fauzi, Arifatul Choiri Fauzi,KemenPPPA ,Muslimat Nahdlatul Ulama,Muslimat NU,Indonesia Emas 2045,menteri pppa ts

Perempuan harus berdaya, KemenPPPA soroti penguatan SDM dan organisasi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankan melalui penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas SDM, perempuan diharapkan menjadi motor utama dalam melahirkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing global.

"Muslimat NU mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 untuk menciptakan dan melahirkan generasi yang berkualitas," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya saat meresmikan Gedung Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Peresmian ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU, yang menandai tonggak sejarah baru bagi organisasi perempuan terbesar di Indonesia tersebut dalam memperkuat peran sosial dan dakwah di tingkat akar rumput.

"Gedung yang kita resmikan hari ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kekuatan gotong royong dan kemandirian kader Muslimat NU Ponorogo. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya pada poin penguatan pengembangan SDM, kesetaraan gender, dan penguatan peran perempuan," ujar Arifatul Choiri Fauzi.

Baca juga: DS Modest, perjalanan brand lokal Yogyakarta yang tumbuh bersama perempuan

Baca juga: Komnas Perempuan: Kekerasan terhadap Andrie Yunus bentuk intimidasi sikap kritis

Menurut dia, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan, termasuk Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang memiliki struktur hingga tingkat basis.

Dikatakannya, Muslimat NU telah bertransformasi menjadi organisasi yang solutif dalam menjawab persoalan masyarakat. Salah satu bukti nyatanya adalah penguatan 2.500 paralegal Muslimat NU yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan bantuan hukum bagi masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi, sinergi, dan kerja sama antara KemenPPPA dengan Muslimat NU serta organisasi kemasyarakatan lainnya dapat berjalan semakin baik. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah akan kuat dan berdaya maksimal jika berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, terutama gerakan di tingkat akar rumput," kata Arifah Fauzi.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perempuan harus berdaya, KemenPPPA soroti penguatan SDM dan organisasi

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.