Menteri PPPA sebut anak perempuan masih banyak yang berhenti sekolah

id Arifah Fauzi, pemberdayaan perempuan,pendidikan,Arifatul Choiri Fauzi,pengarusutamaan gender

Menteri PPPA sebut anak perempuan masih banyak yang berhenti sekolah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dalam acara bertajuk "Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan", di Jakarta, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan masih banyak anak perempuan yang berhenti sekolah karena perkawinan anak maupun keterbatasan ekonomi.

"Di sektor pendidikan, masih banyak kita menemukan anak perempuan yang harus putus sekolah karena perkawinan anak, karena keterbatasan ekonomi, dan juga norma sosial di mana pendidikan lebih diprioritaskan untuk anak laki-laki," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam acara bertajuk "Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan", di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, banyaknya kendala yang dihadapi oleh perempuan dan anak-anak, terutama ketimpangan akses terhadap pendidikan, keterbatasan peluang ekonomi, serta tingginya kerentanan kekerasan menunjukkan bahwa pembangunan perlu diperkuat dengan perspektif keadilan gender.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pemberdayaan perempuan.

"Pendidikan adalah fondasi utama pemberdayaan. Pendidikan bukan hanya sekadar pengetahuan untuk mendapatkan akses pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas pilihan hidup, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, baik di tingkat individu maupun di tingkat keluarga dan sosial," kata Arifah Fauzi.

Pemerintah telah menetapkan pengarusutamaan gender sebagai strategi nasional dalam pembangunan.

Namun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang gender, belum meratanya kapasitas SDM, serta belum optimalnya sinergi lintas sektor.

"Berbagai tantangan dan implementasi seperti masih terbatasnya pemahaman tentang gender, belum meratanya kapasitas sumber dana manusia, serta belum optimalnya sinergi lintas sektor," kata Arifah Fauzi.

Ia pun berharap kegiatan "Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan", bisa mewujudkan pendidikan yang adil dan inklusif, kesempatan yang setara, serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh perempuan Indonesia.

"Karena kita semua meyakini tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender," kata Arifah Fauzi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPPA: Anak perempuan masih banyak yang berhenti sekolah

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.