Menteri PPPA menekankan pentingnya keamanan siber cegah kekerasan gender online

id kekerasan digital,keamanan siber,kementerian pppa,menteri pppa,arifah fauzi,perlindungan perempuan,perlindungan anak,kek

Menteri PPPA menekankan pentingnya keamanan siber cegah kekerasan gender online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya sistem keamanan siber yang konkret dan responsif, untuk mencegah kekerasan berbasis gender online.

"Regulasi adalah tameng awal. Kita membutuhkan solusi untuk mengatasi kekerasan di ruang digital. Di sinilah Shecure Digital Initiative menjadi relevan dan strategis. Kolaborasi antara UNFPA dan ITSEC Asia menghadirkan pendekatan yang komprehensif yaitu edukasi, perlindungan teknis, dan advokasi perubahan norma," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal ini dikatakannya dalam peluncuran Shecure Digital Initiative (SDI) yang diinisiasi United Nations Population Fund (UNFPA) bersama ITSEC Asia.

Menurut Menteri Arifah, upaya ini penting karena perlindungan digital tidak cukup hanya dengan literasi, melainkan juga memerlukan sistem keamanan siber yang konkret, responsif, dan berorientasi pada korban.

Dikatakannya, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) bukan lagi isu virtual dengan dampak virtual.

"KBGO merusak reputasi, menghancurkan kesehatan mental, mengganggu pendidikan, bahkan mengancam keselamatan fisik. Di sinilah tanggung jawab negara untuk hadir, bukan reaktif, tetapi preventif dan sistemik," kata Menteri PPPA Arifatul Fauzi.

Menurut dia, upaya sistemik dalam mencegah kekerasan berbasis gender online telah dibangun melalui fondasi hukum dan kebijakan yang komprehensif.

Mulai dari Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang mengakui adanya kekerasan berbasis digital hingga Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring yang menekankan strategi pencegahan, penanganan, dan kolaborasi dalam melindungi anak dari kekerasan di dunia maya.

"Ketika perempuan dan anak merasa tidak aman, lalu memilih menjauh dari ruang digital, Indonesia sesungguhnya sedang kehilangan potensi besar. Mulai dari kehilangan suara mereka dalam ruang publik, kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, serta kreativitas dan inovasi generasi muda," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Oleh karenanya memastikan ruang digital yang aman, menurut dia, menjadi tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah kekerasan gender online, Arifah serukan keamanan siber responsif

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.