
Kemkomdigi mendorong perempuanjadi agen perubahan transformasi digital

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan perempuan perlu mengambil peran besar sebagai agen perubahan dalam transformasi digital nasional.
Menurut dia, perkembangan teknologi saat ini telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan tidak hanya sebagai pengguna internet, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan pemimpin di era digital.
“Perkembangan teknologi sebenarnya telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk berkarya. Sehingga ruang digital itu bukan lagi sekadar tempat untuk berinteraksi, tapi juga menjadi ruang yang produktif,” kata Bonifasius di Jakarta Pusat, Senin.
Bonifasius memaparkan data International Telecommunication Union (ITU) tahun 2025 yang menunjukkan tingkat pengguna internet laki-laki di dunia mencapai 77 persen, sedangkan perempuan sebesar 71 persen.
Ia menyoroti meskipun jumlah perempuan yang terhubung ke internet terus meningkat, tapi masih terdapat kesenjangan gender dalam hal akses digital.
"Kesenjangan gender di dunia ini masih berada pada angka 0,92 dan belum mengalami perubahan sejak 2019. Data ini menunjukkan bahwa kesenjangan akses digital berbasis gender masih menjadi tantangan nyata yang harus kita jawab bersama," ujar Bonifasius.
Selain persoalan akses, ia juga menyoroti meningkatnya berbagai risiko di ruang digital seiring pesatnya perkembangan teknologi, mulai dari disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, pelanggaran hak cipta, hingga paparan konten yang tidak layak bagi anak-anak.
Terkait perlindungan anak di ruang digital, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Kemudian, pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan turunan PP Tunas untuk memperkuat pelindungan anak di ruang digital.
Bonifasius mengatakan Hari Kartini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan sebagai penggerak transformasi digital bangsa.
Ia menambahkan perempuan dapat berkontribusi dengan menghasilkan konten digital yang kreatif, edukatif, dan bertanggung jawab, sekaligus ikut menjaga anak dan keluarga dari berbagai risiko di internet.
Ia berharap ekosistem digital Indonesia ke depan semakin inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkarya, memimpin, serta menciptakan perubahan.
“Dari tangan-tangan perempuan hebat akan lahir inovasi, kreativitas, dan kontribusi bagi masa depan Indonesia,” kata Bonifasius.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemkomdigi dorong perempuan jadi agen perubahan transformasi digital
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
