
Kepala BSKDN: Inovasi harus berdampak bagi masyarakat

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengingatkan agar inovasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi semestinya bukan sekadar program administratif, tetapi manfaatnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat," kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Hal tersebut ditegaskannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah yang diselenggarakan Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Hulu Sungai Utara di Gedung Abdul Wahid Amuntai.
Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menekankan bahwa inovasi daerah harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan publik secara konkret.
Menurut dia, inovasi daerah merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi.
Karena itu dia menilai bahwa setiap inovasi yang dikembangkan perlu memenuhi prinsip kemanfaatan, efektivitas, serta dapat direplikasi dan berkelanjutan.
Dia menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam merumuskan dan mengembangkan inovasi daerah. Dengan dukungan data dan analisis yang kuat, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran, akuntabel, dan mampu meminimalkan risiko kegagalan.
“Ini sangat penting, yang harus menjadi perhatian kita bersama, setiap inovasi harus didukung oleh data dan analisis yang jelas, agar kehadirannya tidak hanya menjadi terobosan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebijakan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Yusharto mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara untuk memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi lintas sektor yaitu dengan akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat. Sinergi tersebut menurut dia sangat penting dalam menciptakan inovasi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan daerah.
Yusharto juga mengingatkan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan inovasi. Hal itu diperlukan untuk memastikan inovasi tetap relevan, berkembang, serta memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
"Kerja-kerja membangun inovasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan banyak pihak," ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, Pemkab Hulu Sungai Utara dinilai telah menunjukkan kinerja positif dalam pengembangan inovasi daerah.
Berdasarkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID), Kabupaten Hulu Sungai Utara berhasil mempertahankan predikat “Sangat Inovatif” tiga tahun berturut-turut pada 2023,2024 dan 2025. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek kualitas, keberlanjutan, serta perluasan sebaran inovasi di berbagai urusan pemerintahan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala BSKDN: Inovasi harus bermanfaat, jangan sekadar program
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
