Logo Header Antaranews Jogja

Pakar beberkan kemungkinan penyebab taksi listrik mogok di rel KA

Rabu, 29 April 2026 22:20 WIB
Image Print
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz

Jakarta (ANTARA) - Insiden terlibatnya taksi listrik dalam kecelakaan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, memunculkan perhatian publik terkait kemungkinan dan dugaan kendaraan listrik tersebut mengalami mogok mendadak, khususnya saat melintasi rel.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu kepada Antara pada Rabu memaparkan beberapa kemungkinan teknis yang dapat menjadi penyebab kejadian tersebut.

Menurut Yannes, salah satu faktor yang mungkin terjadi berkaitan dengan baterai dengan tegangan rendah alias aki.

“Secara teknis, berbagai kemungkinan yang bisa terjadi adalah baterai low voltage 12V yang jadi sumber daya awal untuk menghidupkan sistem komputer, relay dan kontaktor, sistem keselamatan, sensor, dan modul kontrol, proses booting saat mobil dinyalakan, sehingga saat tegangannya turun terlalu rendah maka seluruh sistem yang disebutkan akan terdampak," kata dia.

Selain itu, ia juga menyoroti faktor getaran saat taksi listrik Green SM tersebut melintasi rel.

“Getaran panjang saat berkendara pada sistem sensor dan ADAS yang dapat mengendurkan berbagai bagian dan saat ditambahkan dengan getaran keras berpotensi menyebabkan berbagai sambungan atau komponen terlepas dan berujung pada berhentinya motor atau turunnya efisiensi mekanisme transmisi penggerak, sehingga EV berhenti," jelas Yannes.

Kemungkinan lain adalah aktifnya sistem keamanan cerdas kendaraan secara otomatis saat terdeteksi adanya anomali.

“Ketika sistem mendeteksi anomali, fitur keamanan seperti steering lock atau immobilizer bisa aktif secara otomatis dan mengunci seluruh sistem kendaraan," Yannes menjelaskan.

Baca juga: Polisi periksa sopir taksi listrik dan petugas KAI terkait kecelakaan

Baca juga: Bisakah mobil listrik mendadak mati jika lintasi rel KA?

Baca juga: Anggota DPR minta "taksi hijau" ditindak tegas imbas kecelakaan kereta

 



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026