
Petugas BKSDA Sumbar bertemu langsung harimau sumatra di Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bertemu langsung dengan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) saat melakukan penanganan interaksi negatif satwa tersebut di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sabtu siang.
"Kami langsung bertemu dengan harimau sumatra dengan jarak hanya sekitar 20 meter saat melakukan penanganan interaksi negatif atau konflik satwa dengan manusia di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan detik-detik bertemu harimau sumatra itu saat petugas BKSDA bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Salareh Aia dan wartawan LKBN ANTARA mencoba menelusuri lokasi ditemukan satwa dilindungi oleh petugas BKSDA Sumbar sebelumnya.
Sesampai di lokasi, petugas melihat harimau sumatra ada di belakang, lokasi yang sebelumnya telah dilewati petugas.
Saat itu, petugas langsung mendekati satwa tersebut dan harimau sumatra tidur di lokasi dengan jarak sekitar 20 meter dari mereka berdiri.
"Harimau hanya tidur dan kami mencoba untuk berinteraksi dengan harimau. Beberapa menit harimau sumatra langsung pergi ke lokasi semak-semak," katanya.
Ia menambahkan dari identifikasi yang dilakukan harimau sumatra berkelamin betina dengan usia remaja.
Setelah itu, mencari tahu penyebab harimau sumatera itu memperlihatkan dirinya kepada petugas.
"Kita mencari penyebab kenapa satwa itu melihat kepada petugas," katanya.
Sebelumnya, harimau sumatra tersebut juga bertemu dengan warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur atas nama Samsuir (74), Syafmiati (57) saat hendak ke kebun, Sabtu, sekitar pukul 08.00 WIB.
Harimau tersebut berjarak sekitar lima meter, sedangkan mereka segera berlindung ke pondoknya.
Namun, harimau tetap berada di lokasi kebun sekitar 15 menit dan petugas gabungan berasal dari BKSDA Sumbar, babinsa, bhabinkamtibmas, Pagari Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari dan masyarakat setempat langsung mengevakuasi satu keluarga tersebut, setelah mendapatkan laporan dari pemerintah nagari setempat.
"Kita mengevakuasi pasangan suami istri dan keponakannya atas nama Pendi (40) dari kebun ke pemukiman dengan jarak sekitar satu kilometer," katanya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
