Logo Header Antaranews Jogja

BRIN perkuat standardisasi iradiasi buah ekspor lewat metode "phantom"

Selasa, 19 Mei 2026 13:31 WIB
Image Print
Dokumentasi proses iradiasi dengan metode phantom mangga ANTARA/HO-BRIN

Jakarta (ANTARA) - Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir (PR-TKMMN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode iradiasi berbasis phantom atau material pengganti buah untuk mendukung proses fitosanitari iradiasi pada komoditas mangga varietas gedong.

Peneliti PR-TKMMN BRIN, Okky Agassy Firmansyah dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menjelaskan pengembangan phantom mangga sebagai media representatif untuk pengukuran dosis radiasi pada tahap pra-iradiasi dan pengendalian mutu (quality control).

Phantom tersebut dirancang menyerupai karakteristik interaksi radiasi pada buah mangga asli, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sampel buah untuk tahapan pemetaan dosis ketika mangga sedang tidak dalam musim panen (off season).

"Phantom ini merupakan buah buatan yang dirancang agar memiliki karakteristik serapan radiasi yang mendekati buah mangga asli. Dengan demikian, proses audit, pemetaan dosis, dan pengujian iradiasi pada fasilitas tetap dapat dilakukan meskipun buah segar tidak tersedia, terutama pada saat mangga sedang tidak musim panen," kata Okky.

Okky mengatakan iradiasi fitosanitari merupakan salah satu metode karantina untuk memastikan buah ekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT), seperti lalat buah, penggerek biji mangga (mango seed weevil), ulat red banded mango caterpillar, dan kutu putih.

Negara tujuan ekspor menerapkan persyaratan ketat agar OPT dari negara asal tidak terbawa masuk dan mengganggu sektor pertanian domestik mereka. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem jaminan mutu ekspor buah Indonesia, khususnya dalam memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor produk segar seperti Australia.

Baca juga: Potensi melon kualitas ekspor tengah dikembangkan

"Dalam praktiknya fasilitas iradiasi harus mampu memastikan seluruh bagian buah menerima dosis minimum 400 Gray (Gy), dan tidak melebihi 1.000 Gy. Dosis minimum diperlukan untuk memitigasi serangga hama, sedangkan batas maksimum ditetapkan agar kualitas serta kandungan nutrisi buah tetap terjaga," ujarnya.

Untuk memastikan distribusi dosis tersebut, Okky mengungkapkan tim peneliti melakukan pengukuran pada tiga titik representatif di dalam buah, yaitu bagian permukaan, tengah, dan bawah. Pengukuran ini penting, karena beberapa jenis serangga hanya berada di permukaan, sedangkan hama penggerek biji dapat berkembang hingga ke bagian dalam buah.

Adapun phantom mangga, dikembangkan menggunakan material resin cair berbasis teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing). Pendekatan pengembangannya mengadaptasi prinsip fisika medis, yaitu menggunakan kesetaraan karakteristik interaksi radiasi antara material phantom dan buah asli.

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan hasil dosimetri antara mangga gedong asli dan phantom hanya sekitar 2 persen pada iradiasi gamma. Nilai tersebut masih berada dalam rentang keberterimaan, sehingga phantom dapat digunakan sebagai representasi mangga asli untuk pengujian dosis," ungkap Okky.

Baca juga: BRIN kembangkan material karet perlintasan kereta api

Okky menyebut hasil riset tersebut telah dipublikasikan pada jurnal Radiation Physics and Chemistry, dengan judul "Development and characterization of a 3D-printed Gedong mango phantom for dose measurement in gamma ray phytosanitary irradiation".

Selain itu, inovasi phantom mangga tersebut juga telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor pencatatan ciptaan 000845287.

Ke depan, pengembangan riset akan dilanjutkan untuk pengujian pada modalitas radiasi lain, seperti berkas elektron (electron beam), karena karakteristik interaksi radiasi pada material berbeda antara radiasi gamma dan elektron.

Baca juga: BRIN dokumentasikan sepuluh rekaman baru spesies anggrek Indonesia










Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN perkuat standardisasi iradiasi buah ekspor lewat metode "phantom"



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026