
Ekspor buah dan sayuran susah tembus Eropa
Jumat, 2 November 2012 18:01 WIB

Temanggung (ANTARA Jogja) - Ekspor buah dan sayuran dari Indonesia susah menembus pasar Eropa karena negara-negara di benua tersebut cenderung melindungi produk hasil pertanian mereka, kata pejabat Kementerian Pertanian.
"Produk buah dan sayuran Indonesia susah masuk ke sana. Eropa cenderung melindungi produknya sendiri. Negara industri maju, produk pertaniannya dilindungi sekali. Hal itu bagus, tetapi negara lain susah ekspor ke sana," kata Kasi Regional Direktorat Pemasaran Internasional Kementerian Pertanian Erlina Suyanti di Temanggung, Jumat.
Ia mengatakan hal tersebut saat usai sosialisasi Komunitas ASEAN pada Pejabat Pemkab Temanggung, pengusaha, dan sejumlah asosiasi di Gedung Graha Bhumi Phala Setda Temanggung.
Menurut dia, Eropa menerapkan standar tinggi untuk produk pertanian dari negara lain yang ingin masuk.
Selain itu, yang menjadi kendala adalah persoalan jarak yang terlalu jauh sehingga memberatkan biaya transportasi. Di beberapa negara lain, ada subsidi dari pemerintah pada transportasi ekspor buah dan sayuran.
"Jarak yang terlalu jauh membuat buah dan sayuran cepat busuk, sehingga Indoneisa belum ekspor ke sana," katanya.
Namun, katanya, tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang semua kendala tersebut mampu teratasi sehingga ekspor buah dan sayuran ke Eropa bisa dilakukan.
Ia mengatakan, selama ini Indonesia telah mengekspor buah dan sayuran ke Singapura. Akhir-akhir ini juga dicoba ekspor ke beberapa negara lain, seperti Cina dan Korea.
Ke depan, katanya, ekspor buah dan sayuran mulai dilakukan ke Australia, antara lain jenis buah manggis, salak, dan mangga.
(H018)
Pewarta :
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
