Logo Header Antaranews Jogja

DP3 Sleman optimistis kekurangan 5.381 hewan kurban dapat terpenuhi

Minggu, 24 Mei 2026 22:12 WIB
Image Print
Petugas kesehatan hewan dari DP3 Sleman memeriksa kesehatan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping. ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, optimistis kekurangan sapi kurban sebanyak 5.381 ekor akan dapat terpenuhi pada H-3 hingga H-1 Idul Adha 2026.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto di Sleman, Minggu, mengatakan, setiap tahun Kabupaten Sleman selalu mengalami kekurangan hewan kurban.

"Untuk mencukupi kebutuhan dipenuhi dari pemasukan ternak melalui kelompok-kelompok ternak pasar kurban, pelaku usaha ternak yang lain, dan pembelian langsung dari luar daerah," katanya.

Ia mengatakan kegiatan pemantauan pasar hewan kurban sudah rutin dilakukan setiap tahun dengan sasaran utama ke kandang kelompok ternak. Di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan yang menyediakan sapi untuk kurban.

"Pemantauan kelompok ternak dilakukan dengan kunjungan atau pelayanan terpadu hewan yang rutin dilakukan oleh petugas dari puskeswan di Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertainan Pangan dan Perikanan setempat," katanya.

Lebih lanjut Rofik mengatakan pemantauan juga dilakukan di pasar hewan kurban, yang dilakukan oleh tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan petugas puskeswan setempat.

Pemantauan di pasar hewan kurban dilakukan setiap pasaran "Pahing" (pasaran Jawa) berkaitan dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum "zero case" dan kewaspadaan terhadap penyakit antraks.

"Untuk mengendalikan penyakit PMK, pemkab secara tetap melaksanakan vaksinasi PMK sehingga diharapkan ternak yang beredar di Indonesia dan khususnya Kabupaten Sleman adalah ternak yang sehat dan bebas dari PMK," katanya.

Rofiq mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa fisik hewan dan keterangan asal hewan. Kambing dan domba yang dijual di pasar hewan berasal dari lokal Kabupaten Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten.

Sedangkan untuk sapi, peternak di kelompok ternak ada yang mendatangkan dari Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, Magelang, dan Klaten. Selama beberapa tahun dilakukan pemantauan pasar hewan kurban secara rutin, belum pernah ditemukan ternak sapi yang harus diafkir karena penyakit hewan menular seperti antraks.

"DP3 Sleman juga melakukan tindakan pengendalian penyakit antraks dengan melakukan vaksinasi pada ternak di Kalurahan Gayamharjo Kapanewon Prambanan. Beberapa penyakit lain yang sering ditemukan di pasar hewan adalah conjuncivitas, pink eye, ORF, dan scabies serta trauma pada saat transportasi," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026