
Wali Kota: Gotong royong implementasi dari semua nilai dalam Pancasila

Yogyakarta (ANTARA) - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan semangat gotong royong atau bekerja bersama-sama secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama merupakan implementasi nyata dari seluruh sila dalam Pancasila.
"Gotong royong menjadi satu rangkaian nilai yang menghubungkan sila pertama hingga sila kelima. Dari situlah lahir kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat," kata Hasto pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, gotong royong mencerminkan keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, persatuan, musyawarah, serta upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Dia mencontohkan Program Bedah Rumah dalam rangka meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang rutin dilaksanakan di Kota Yogyakarta sebagai bentuk nyata pengamalan nilai gotong royong.
"Selain itu Pemkot Yogyakarta juga menjalankan kegiatan kerja bakti plus, yakni gotong royong yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan sosial masyarakat," katanya.
Pihaknya berharap peringatan Hari Lahir Pancasila semakin memperkuat pemahaman dan penghayatan masyarakat akan nilai-nilai Pancasila, sehingga mampu membangun visi bersama, meningkatkan kepedulian terhadap kepentingan publik, serta memperkokoh persatuan bangsa.
"Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila menambah kesadaran kita untuk menjadi lebih baik, memiliki visi bersama yang kuat, dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi," katanya.
Lebih lanjut peringatan Hari Lahir Pancasila dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" ini menegaskan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
"Pancasila adalah bintang penuntun bagi bangsa Indonesia. Di tengah keberagaman etnis, bahasa, budaya, dan kondisi geografis, Pancasila menjadi visi bersama yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi, keimanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Selain itu, kepedulian terhadap kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan masyarakat miskin.
"Kita tidak boleh hanya menjadikan slogan no one left behind sebagai kata-kata. Harus ada tindakan nyata agar tidak ada warga yang tertinggal dalam penderitaan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wali Kota: Program Bedah Rumah bentuk nilai gotong royong Pancasila
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
