Pemkab pastikan kesiapan nelayan operasikan kapal ikan
Rabu, 12 Desember 2012 8:25 WIB
Ilustrasi kapal penangkap ikan berbobot 30 grosston (antaranews.com)
Bantul (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan kesiapan kelompok nelayan setempat untuk bisa mengoperasikan kapal ikan kapasitas 30 grosston bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Pelatihan kepada nelayan dan anak buah kapal (ABK) sudah diberikan, mudah-mudahan saat kapal 30 GT direalisasikan nelayan bisa operasikan," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul Rudi Suharta di Bantul, Rabu.
Ia mengatakan materi pelatihan dan pembekalan yang diberikan kepada kelompok nelayan antara lain teknik penangkapan ikan dan cara menyesuaikan diri ketika berhari-hari di laut lepas.
"Agar bisa optimal tangkapannya, maka nelayan harus bisa berhari-hari di laut, makanya harus punya jam terbang, kami melibatkan instruktur dari Bantul yang sudah berpengalaman," katanya.
Ia mengatakan pelatihan kepada nelayan dilakukan di pelabuhan ikan Sadeng, Gunung Kidul, yang memanfaatkan kapal ikan 30 GT bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang direalisasikan pada 2011.
"Karena Bantul sudah punya kapal satu unit, maka bisa dimanfaatkan untuk praktik latihan, kalau sebelumnya harus menyewa dan dilakukan di pantai utara, namun sekarang bisa dilakukan di pantai selatan," katanya.
Ia mengatakan dua kapal ikan 30 GT dari pemerintah pusat rencananya direalisasikan Desember 2012.
"Dengan begitu nanti Bantul akan mempunyai tiga kapal ikan besar," katanya.
Dua kelompok nelayan yang akan menerima bantuan kapal tersebut yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Inka Bantul II dan KUB Inka IV, sedangkan kelompok nelayan yang sudah menerima kapal itu yakni KUB Puse Seine I.
Dengan kapal itu, kata dia diharapkan produksi tangkapan ikan nelayan semakin meningkat, sehingga mampu mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mensejahterakan masyarakat pesisir Bantul.
Ia mengatakan sejak ada kapal 30 GT itu produksi ikan tangkap di Bantul meningkat, yakni pada semester pertama 2011 sebanyak 107 ton ikan meningkat pada 2012 selama satu semester pertama sebanyak 147 ton ikan.
"Tangkapan ikan trennya terus naik, karena setidaknya tahun ini telah dipakai selama empat kali melaut, dan kapal itu bisa sampai ke laut lepas hingga 10 mil, berbeda dengan kapal kecil yang dimiliki nelayan," kata dia.
(KR-HRI)
"Pelatihan kepada nelayan dan anak buah kapal (ABK) sudah diberikan, mudah-mudahan saat kapal 30 GT direalisasikan nelayan bisa operasikan," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul Rudi Suharta di Bantul, Rabu.
Ia mengatakan materi pelatihan dan pembekalan yang diberikan kepada kelompok nelayan antara lain teknik penangkapan ikan dan cara menyesuaikan diri ketika berhari-hari di laut lepas.
"Agar bisa optimal tangkapannya, maka nelayan harus bisa berhari-hari di laut, makanya harus punya jam terbang, kami melibatkan instruktur dari Bantul yang sudah berpengalaman," katanya.
Ia mengatakan pelatihan kepada nelayan dilakukan di pelabuhan ikan Sadeng, Gunung Kidul, yang memanfaatkan kapal ikan 30 GT bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang direalisasikan pada 2011.
"Karena Bantul sudah punya kapal satu unit, maka bisa dimanfaatkan untuk praktik latihan, kalau sebelumnya harus menyewa dan dilakukan di pantai utara, namun sekarang bisa dilakukan di pantai selatan," katanya.
Ia mengatakan dua kapal ikan 30 GT dari pemerintah pusat rencananya direalisasikan Desember 2012.
"Dengan begitu nanti Bantul akan mempunyai tiga kapal ikan besar," katanya.
Dua kelompok nelayan yang akan menerima bantuan kapal tersebut yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Inka Bantul II dan KUB Inka IV, sedangkan kelompok nelayan yang sudah menerima kapal itu yakni KUB Puse Seine I.
Dengan kapal itu, kata dia diharapkan produksi tangkapan ikan nelayan semakin meningkat, sehingga mampu mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mensejahterakan masyarakat pesisir Bantul.
Ia mengatakan sejak ada kapal 30 GT itu produksi ikan tangkap di Bantul meningkat, yakni pada semester pertama 2011 sebanyak 107 ton ikan meningkat pada 2012 selama satu semester pertama sebanyak 147 ton ikan.
"Tangkapan ikan trennya terus naik, karena setidaknya tahun ini telah dipakai selama empat kali melaut, dan kapal itu bisa sampai ke laut lepas hingga 10 mil, berbeda dengan kapal kecil yang dimiliki nelayan," kata dia.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor : Hery Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP sebut rencana pembangunan 1.500 kapal ikan dimulai secara bertahap mulai 2026
26 January 2026 17:00 WIB