Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memusnahkan tujuh ekor ikan invasif jenis aligator, salah satu spesies ikan asing yang berpotensi mengancam keanekaragaman hayati serta merusak ekosistem ikan di perairan umum.
"Pemusnahan ikan asing invasif ini dalam rangka kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Bantul untuk menjaga ekosistem terkait ikan di sungai di wilayah Bantul," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta di sela kegiatan pemusnahan ikan invasif di Balai Benih Ikan (BBI) Barongan, Bantul, Jumat.
Tujuh ikan asing invasif aligator tersebut merupakan hasil pengawasan pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul selama semester dua 2025 di wilayah sungai dan penyerahan dari masyarakat Bantul.
Menurut dia, pemusnahan dilakukan dengan cara menuangkan minyak cengkeh pada kolam terpal berbentuk bulat yang terdapat ikan invasif tersebut, ikan tersebut sebelumnya dikumpulkan pengawas perikanan.
"Selang kurang lebih 30 menit setelah dituangkan minyak cengkeh, ikan sekuat dan sebesar apapun, aligator itu akan pingsan dan akhirnya mati," katanya.
Menurut dia, di Bantul banyak aliran sungai yang selama ini oleh pemerintah sering dilakukan pelepasan ikan ikan sehat, ikan yang bisa dikonsumsi, sehingga pentingnya kegiatan pemusnahan predator ikan ini agar populasinya tetap terjaga.
"Ternyata di beberapa sungai ada beberapa ikan spesies asing namanya ikan aligator, ini masuk jenis ikan asing invasif, ikan ini dapat memakan ikan-ikan yang ada selama ini, yang sudah menjadi ekosistem perikanan di Bantul," katanya.
Wabup Aris mengatakan ikan asing invasif jenis aligator tersebut belum banyak berkembang biak di sungai wilayah Bantul, namun sebagai bentuk antisipasi pemerintah agar jangan sampai menyebar, maka perlu dilakukan pemusnahan.
"Kita juga mengajak pengawas perikanan se-Bantul, barangkali di sungai menemukan ikan asing, mereka kita sosialisasikan untuk dimusnahkan, seperti jenis ikan aligator tersebut," katanya.
Sementara itu, Kepala DKP Bantul Istriyani mengatakan ada tujuh ekor ikan aligator hasil pengawasan semester dua 2025. Ikan asing invasif tersebut jenisnya aligator florida dan jenis spatula.
"Ikan-ikan invasif ini ada yang didapat dari sungai, ada yang didapat dari masyarakat. Kalau yang di sungai itu didapat dari Sungai Belik di daerah Jejeran Pleret," katanya.
