Konser gamelan akbar digelar di Solo
Rabu, 12 Februari 2014 16:54 WIB
Ilustrasi (Foto antaranews.com) (antaranews.com)
Solo (Antara Jogja)- Komunitas Lestari Gamelan dijadwalkan menggelar konser gamelan akbar di Benteng Vastenburg Solo, Jateng, Sabtu (15/2), untuk menghidupkan kembali keberadaan gamelan yang terkesan "mati tidak hidup juga tidak".
"Melalui situasi seperti ini kami yang tergabung dalam Komunitas Lestari Gamelan tergerak untuk membangkitkankan kembali gamelan dengan menggelar konser," kata Ketua Komunitas Lestari Gamelan Joko Winarso di Solo, Rabu.
Padahal, menurut dia, alat kesenian satu ini apabila dimainkan oleh tangan-tangan trampil juga tidak kalah indahnya dengan musik barat.
Ia mengatakan melalui ajang pertunjukan gratis ini bakal menampilkan tanding gending antara dua komposer kenamaan yang dimiliki Kota Solo, yaitu Blacius Subono dan Dedek Wahyudi.
Tanding gending menjadi ajang unjuk kreativitas dan kemampuan teknis bagi dua komposer yang telah malang melintang di pentas musik gamelan ini.
"Lewat konser ini penonton diajak menemukan kembali makna gamelan yang seolah-olah sudah tidak ada. Para apresiator juga diajak berziarah budaya untuk melihat pertunjukan dua komposer besar ini," katanya.
Ia mengatakan dalam satu panggung utama gamelan slendro pelog, masing-masing komposer akan menampilkan tiga komposisi garapannya bersama penyanyi Sruti Respati dan kelompok teater tari Sahita.
Dedek Wahyudi bakal menampilkan komposisi Gatra Mutiara, Nusantara Indah, dan Demo Bonang. Sedangkan Blacius Subono akan menampilkan gending klasik, yang sempat menjadi 'branding' pariwisata Kota Solo, dan permainan laras slendro pelog bertajuk Lingga-Yoni.
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyambut baik dengan digelarnya konser gamelan tersebut yang juga sekaligus memeriahkan menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-269 Kota Solo.
Ia mengatakan setelah konser ini ada kelanjutannya tidak hanya berhenti disini saja. "Untuk menindak lanjuti ini maka pada anggaran perubahan tahun ini akan menganggarkan dana untuk membeli gamelan di berikan kepada setiap kelurahan yang belum ada," katanya.
Dikatakan dari 51 kelurahan yang ada baru beberapa saja yang memiliki gamelan, tetapi kalau di kecematan sudah memiliki semua. "Melalui pengadaan gamelan ini diharapkan bisa memberikan kegiatan positif kepada masyarakat khususnya dalam pengembangan seni tradisional," katanya.
(J005)
"Melalui situasi seperti ini kami yang tergabung dalam Komunitas Lestari Gamelan tergerak untuk membangkitkankan kembali gamelan dengan menggelar konser," kata Ketua Komunitas Lestari Gamelan Joko Winarso di Solo, Rabu.
Padahal, menurut dia, alat kesenian satu ini apabila dimainkan oleh tangan-tangan trampil juga tidak kalah indahnya dengan musik barat.
Ia mengatakan melalui ajang pertunjukan gratis ini bakal menampilkan tanding gending antara dua komposer kenamaan yang dimiliki Kota Solo, yaitu Blacius Subono dan Dedek Wahyudi.
Tanding gending menjadi ajang unjuk kreativitas dan kemampuan teknis bagi dua komposer yang telah malang melintang di pentas musik gamelan ini.
"Lewat konser ini penonton diajak menemukan kembali makna gamelan yang seolah-olah sudah tidak ada. Para apresiator juga diajak berziarah budaya untuk melihat pertunjukan dua komposer besar ini," katanya.
Ia mengatakan dalam satu panggung utama gamelan slendro pelog, masing-masing komposer akan menampilkan tiga komposisi garapannya bersama penyanyi Sruti Respati dan kelompok teater tari Sahita.
Dedek Wahyudi bakal menampilkan komposisi Gatra Mutiara, Nusantara Indah, dan Demo Bonang. Sedangkan Blacius Subono akan menampilkan gending klasik, yang sempat menjadi 'branding' pariwisata Kota Solo, dan permainan laras slendro pelog bertajuk Lingga-Yoni.
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyambut baik dengan digelarnya konser gamelan tersebut yang juga sekaligus memeriahkan menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-269 Kota Solo.
Ia mengatakan setelah konser ini ada kelanjutannya tidak hanya berhenti disini saja. "Untuk menindak lanjuti ini maka pada anggaran perubahan tahun ini akan menganggarkan dana untuk membeli gamelan di berikan kepada setiap kelurahan yang belum ada," katanya.
Dikatakan dari 51 kelurahan yang ada baru beberapa saja yang memiliki gamelan, tetapi kalau di kecematan sudah memiliki semua. "Melalui pengadaan gamelan ini diharapkan bisa memberikan kegiatan positif kepada masyarakat khususnya dalam pengembangan seni tradisional," katanya.
(J005)
Pewarta : Oleh Joko Widodo
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keraton Yogyakarta menghentikan gamelan hingga pemakaman Paku Buwono XIII
02 November 2025 23:17 WIB
Konser Sculptures in Time kolaborasi ISI Yogyakarta dan KUG Austria sukses digelar
15 September 2025 20:03 WIB
Sleman menyerahkan hibah gamelan dan alat musik kepada kelompok kesenian
01 December 2024 12:52 WIB, 2024
Udinus menghibahkan robot kepada Goethe memperkuat hubungan RI-Jerman
25 August 2024 18:20 WIB, 2024
Perajin alat musik kendang Bantul mempertahankan warisan turun temurun
15 September 2023 18:13 WIB, 2023