Komunitas gerobak sapi kembangkan wisata susuri peradaban
Kamis, 4 Juni 2015 7:42 WIB
Gerobak sapi (Foto motrek.blogspot.com)
Sleman (Antara Jogja) - Komunitas Gerobak Sapi "Makarti Roso Manunggal" Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan wisata minat khusus menyusuri jejak peradaban.
"Wisata ini mencoba menawarkan wisata alternatif yang berbasis pada kebudayaan di desa-desa," kata penggerak wisata gerobak sapi Nuryanto di Sleman, Kamis.
Menurut dia, wisata minat khusus gereobak sapi menawarkan kepada para wisatawan untuk menikmati alam pedesaan di Kabupaten Sleman dengan menaiki gerobak sapi.
"Wisatawan dapat menikmati nuansa zaman dahulu saat gerobak sapi ini masih menjadi andalan transportasi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan gerobak sapi pada zaman dahulu selain digunakan untuk mengangkut hasil bumi masyarakat yang akan dijual ke kota, juga berfungsi sebagai alat bantu perjuangan kemerdekaan.
"Dahulu gerobak sapi ini juga digunakan untuk pergerakan penyamaran para pejuang kemerdekaan, juga untuk mengangkut persenjataan maupun logistik pejuang," katanya.
Nuryanto atau yang akrab disapa Mbendol itu, mengatakan komunitas Gerobak Sapi "Makarti Roso Manunggal" juga telah meluncurkan "Omah Wisata Gerobak Sapi" di Dusun Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
"Setelah di Dusun Somodaran, kami sebentar lagi `launching` di `Omah Kartika Affandi`. Wisata ini berbasis pada seni rupa dan agraris," katanya.
Ia mengatakan di rumah milik Kartika Affandi yang merupakan putri maestro seni rupa Indonesia Affandi itu, para wisatawan, antara lain dapat menikmati suasana pertanian dan perkebunan.
"Wisatawan juga dapat menikmati karya-karya seni rupa Kartika Affandi," katanya.
V001
"Wisata ini mencoba menawarkan wisata alternatif yang berbasis pada kebudayaan di desa-desa," kata penggerak wisata gerobak sapi Nuryanto di Sleman, Kamis.
Menurut dia, wisata minat khusus gereobak sapi menawarkan kepada para wisatawan untuk menikmati alam pedesaan di Kabupaten Sleman dengan menaiki gerobak sapi.
"Wisatawan dapat menikmati nuansa zaman dahulu saat gerobak sapi ini masih menjadi andalan transportasi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan gerobak sapi pada zaman dahulu selain digunakan untuk mengangkut hasil bumi masyarakat yang akan dijual ke kota, juga berfungsi sebagai alat bantu perjuangan kemerdekaan.
"Dahulu gerobak sapi ini juga digunakan untuk pergerakan penyamaran para pejuang kemerdekaan, juga untuk mengangkut persenjataan maupun logistik pejuang," katanya.
Nuryanto atau yang akrab disapa Mbendol itu, mengatakan komunitas Gerobak Sapi "Makarti Roso Manunggal" juga telah meluncurkan "Omah Wisata Gerobak Sapi" di Dusun Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
"Setelah di Dusun Somodaran, kami sebentar lagi `launching` di `Omah Kartika Affandi`. Wisata ini berbasis pada seni rupa dan agraris," katanya.
Ia mengatakan di rumah milik Kartika Affandi yang merupakan putri maestro seni rupa Indonesia Affandi itu, para wisatawan, antara lain dapat menikmati suasana pertanian dan perkebunan.
"Wisatawan juga dapat menikmati karya-karya seni rupa Kartika Affandi," katanya.
V001
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PGN serahkan bantuan CSR 50 gerobak sampah dan insinerator untuk dukung pengelolaan sampah di Yogyakarta
08 October 2025 23:47 WIB
Bupati: Transportasi tradisional bisa menjadi daya tarik wisata Sleman
19 November 2023 17:07 WIB, 2023
Fortais Bantul memfasilitasi pengantin nikah unik dikirab dengan gerobak
08 October 2023 19:10 WIB, 2023
Wabup Sleman: Festival gerobak sapi mendukung destinasi lereng Merapi
13 August 2023 20:44 WIB, 2023
Kemenkumham DIY menyerahkan gerobak angkringan untuk klien pemasyarakatan
27 April 2022 22:29 WIB, 2022
Pendorong gerobak Malioboro ingin memastikan pekerjaan tenaga kebersihan
29 March 2022 0:07 WIB, 2022
Paguyuban gerobak sapi Bantul menghadirkan wisata keliling perdesaan
23 February 2022 23:40 WIB, 2022
Pendorong gerobak PKL Malioboro mengadukan nasib ke Pemkot Yogyakarta
07 February 2022 16:07 WIB, 2022