Bantul, (Antaranews Jogja) - Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta menggelar kegiatan Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di Pesawat STKKD Jalan Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Januari 2018.

"Kegiatan ini diadakan dalam rangka Peringatan Hari Gizi dan Makanan serta rangkaian Dies Natalis Ke-23 STTKD Yogyakarta dengan tema `Ibu dan Bayi Sehat, Negara Kuat`," kata ketua panitia pelaksana kegiatan, Ryan Budi Nuryanto, saat jumpa pers di STTKD Yogyakarta, Rabu.

Dia menjelaskan kegiatan Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di Pesawat STTKD yang diselenggarakan bekerja sama dengan Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Sewon dan RS Sakinah Idaman serta berbagai pihak itu sebagai yang pertama di Indonesia bahkan dunia.

"Kegiatan ini sebagai wujud ikhtiar bersama untuk mengedukasi dan merelaksasi ibu hamil agar bisa menjaga kehamilannya secara tepat. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum dengan syarat ibu hamil," katanya.

Ryan mengatakan tema kegiatan tersebut diambil dengan latar belakang masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, dan hal itu menjadi salah satu pekerjaan rumah bersama untuk berupaya mengatasinya.

Berdasarkan data penyebab kematian ibu hamil itu karena beberapa hal, salah satunya masalah ibu kekurangan gizi, ketika melahirkan berat bayi dinilai kurang.

"Untuk itu sangatlah penting pengetahuan soal kecukupan gizi selama hamil. Selain itu di zaman `now` juga masih kurangnya pengetahuan tentang ibu hamil bagaimana naik pesawat," katanya.

Pihaknya menargetkan kegiatan itu dapat diikuti sekitar 100 sampai 200 ibu hamil dari Bantul maupun berbagai daerah di DIY.

Pejabat Humas RS Sakinah Idaman Supartono Aji Handoyo mengatakan para ibu hamil akan mendapatkan materi dan konsultasi gratis paripurna oleh dokter spesialis kandungan, penyakit dalam, spesialis anak, dan ahli gizi.

Ia mengatakan kegiatan itu bertujuan memberikan ilmu dan praktik langsung kepada para ibu hamil untuk dapat merelaksasi dirinya, baik di tempat duduk maupun ketika di pesawat, sekaligus jika terjadi proses persalinan harus bagaimana langkah yang harus dilakukan.

"Selain itu juga memberikan pengetahuan gizi dan makanan agar nantinya ibu hamil dapat meningkatkan asupan nutrisinya demi melahirkan anak yang berkualitas," katanya.

Ketua STTKD Yogyakarta Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi berharap kegiatan itu sebagai wahana relaksasi dan edukasi para ibu hamil sekaligus menanamkan cinta dirgantara bagi ibu dan bayinya.

"Dengan relaksasi di dalam pesawat, maka selama hidup mereka akan selalu ingat dan menjadi kenangan seumur hidup. Dengan demikian kita harapkan akan tertanam jiwa dan kecintaan terhadap dunia dirgantara di hati mereka," katanya. ***4***

(KR-HRI)