Kulon Progo kembangkan tanaman kelengkeng
Senin, 9 September 2019 8:56 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha. (ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan tanaman buah kelengkeng di Desa Wijimulyo, tepatnya di kawasan Jogja Agro Techno Park.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan tanaman buah kelengkeng di tanam sisi samping Jogja Agro Techno Park.
"Jogja Agro Techno Park diharapkan menjadi pusat agropariwisata yang mendatangkan banyak wisatawan ke Kulon Progo. Potensi ini, kami tangkap dengan menyiapkan kawasan kebun buah kelengkeng di Dusun Dukuh, Desa Wijimulyo," kata Aris.
Ia mengatakan saat ini, Jogja Agro Techno Park (JATP) sudah banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan berusaha menyiapkan kawasan pendukung, sehingga dampaknya dapat diterima masyarakat di sekitarnya.
"Harapannya, kawasan buah di sekitar Jogja Agro Techno Park (JATP) mampu menggerakkan ekonomi kelompok tani dan masyarakat," katanya.
Asisten dua bidang ekonomi dan sumber daya alam Setda Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan pembangunan JATP di Wijimulyo sangat bagus untuk sektor pertanian karena akan mendongkrak perekonomian daerah khususnya kesejahteraan petani.
Ia mengatakan JATP menjadi ruang pamer pertanian dari hulu sampai hilir. Di dalamnya ada teknologi hingga pemberdayaan masyarakat dengan harapan dapat memanfaatkan sumber daya potensi yang ada.
Pembangunan JATP itu dilatarbelakangi sumber daya manusia (SDM) petani yang sudah tua dan langka, produksi belum sesuai harapan dan usaha tani serta kepemilihan lahan masih di bawah skala ideal yakni di bawah 500 dan 1.000 meter persegi.
JATP merupakan bagian dalam pemberdayaan petani karena merupakan bagian yang terintegrasi dalam pembangunan nasional. JATP juga merupakan aspek penting dari kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan merupakan kebijakan yang pro kemiskinan, pro pertumbuhan dan pro pekerjaan.
JATP merupakan basis teknologi untuk fasilitasi percepatan alih fungsi teknologi yang dihasilkan lembaga penelitian dan perusahaan pertanian. Pengembangan JATP dimaksudkan untuk menjadi pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, perikanan dan peternakan mulai dari sub sistem hulu sampai hilir.
"Keberadaan JATP adalah untuk membangun pusat penerapan teknologi di bidang pertanian yang meliputi prapanen, pascapanen yang meliputi pemasaran hasil yang diterapkan untuk ekonomi dan pembangunan pusat diseminasi teknologi dan tempat advokasi pertanian, serta menerapkan sistem pertanian modern yang mencerminkan industri pertanian," kata Bambang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan tanaman buah kelengkeng di tanam sisi samping Jogja Agro Techno Park.
"Jogja Agro Techno Park diharapkan menjadi pusat agropariwisata yang mendatangkan banyak wisatawan ke Kulon Progo. Potensi ini, kami tangkap dengan menyiapkan kawasan kebun buah kelengkeng di Dusun Dukuh, Desa Wijimulyo," kata Aris.
Ia mengatakan saat ini, Jogja Agro Techno Park (JATP) sudah banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan berusaha menyiapkan kawasan pendukung, sehingga dampaknya dapat diterima masyarakat di sekitarnya.
"Harapannya, kawasan buah di sekitar Jogja Agro Techno Park (JATP) mampu menggerakkan ekonomi kelompok tani dan masyarakat," katanya.
Asisten dua bidang ekonomi dan sumber daya alam Setda Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan pembangunan JATP di Wijimulyo sangat bagus untuk sektor pertanian karena akan mendongkrak perekonomian daerah khususnya kesejahteraan petani.
Ia mengatakan JATP menjadi ruang pamer pertanian dari hulu sampai hilir. Di dalamnya ada teknologi hingga pemberdayaan masyarakat dengan harapan dapat memanfaatkan sumber daya potensi yang ada.
Pembangunan JATP itu dilatarbelakangi sumber daya manusia (SDM) petani yang sudah tua dan langka, produksi belum sesuai harapan dan usaha tani serta kepemilihan lahan masih di bawah skala ideal yakni di bawah 500 dan 1.000 meter persegi.
JATP merupakan bagian dalam pemberdayaan petani karena merupakan bagian yang terintegrasi dalam pembangunan nasional. JATP juga merupakan aspek penting dari kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan merupakan kebijakan yang pro kemiskinan, pro pertumbuhan dan pro pekerjaan.
JATP merupakan basis teknologi untuk fasilitasi percepatan alih fungsi teknologi yang dihasilkan lembaga penelitian dan perusahaan pertanian. Pengembangan JATP dimaksudkan untuk menjadi pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, perikanan dan peternakan mulai dari sub sistem hulu sampai hilir.
"Keberadaan JATP adalah untuk membangun pusat penerapan teknologi di bidang pertanian yang meliputi prapanen, pascapanen yang meliputi pemasaran hasil yang diterapkan untuk ekonomi dan pembangunan pusat diseminasi teknologi dan tempat advokasi pertanian, serta menerapkan sistem pertanian modern yang mencerminkan industri pertanian," kata Bambang.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
24 Dalang Muda Kulon Progo unjuk kebolehan pada Festival Dhalang Anak-Remaja 2026
12 May 2026 19:38 WIB
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB