Kulon Progo selenggarakan pelatihan pengemasan makanan kaleng
Kamis, 25 Juni 2020 19:14 WIB
Bupati Kulon Progo mencicipi makanan dalam kaleng produk pelaku UKM di Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Badan Pelatihan Teknologi Bahan Alam LIPI Yogyakarta menggelar pelatihan pengemasan makanan dalam kaleng kepada pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah ini.
Bupati Kulon Progo Sutedjo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk peningkatan kualitas produk makanan dan upaya peningkatan ekonomi pelaku UKM pengalengan produk.
"Hal ini dilakukan agar mampu bersaing dan sesuai dengan perkembangan jaman, serta upaya meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, terutama bagi pelaku UKM," kata Sutedjo.
Ia berharap ke depan akan lebih banyak lagi pelaku industri makanan tradisional yang dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan UPT LIPI Yogyakarta. Tentunya hal ini dapat meningkatkan nilai jual dan masa konsumsi makanan.
Untuk itu, Sutedjo sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan pengalengan produk UKM. Usaha yang tidak bisa dikalengkan seperti gudeg namun dengan bantuan LIPI bisa dikalengkan dan mampu bertahan hingga satu tahun.
Saat ini, setidaknya ada 100 produk yang diikutkan dalam kurasi produk yang lolos di gerai produk UKM di Bandara Internasional Yogyakarta. Namun, dari 100 produk yang diajukan, hanya beberapa yang lolos kurasi.
“Produk makanan kalengan ini sudah mendapatkan kerja sama dengan Angkasa Pura I, dan telah mendapatkan space kosong untuk usaha UKM Kulon Progo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha dan Usaha Kecil Menengah Kulon Progo Sri Harmintarti mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan keterampilan koprasi dan UKM.
“Dinas Koprasi dan UKM Kulon Progo menggelar kegiatan pelatihan dengan Dana Alokasi Kusus (DAK) Non fisik dengan bekerjasama berbagai pihak untuk menunjang keterampilan teknis dengan pelatihan pengalengan produk makanan mealui pra riset, melalui BPTBA-LIPI Yogyakarta," ujarnya
Ia mengatakan pelatihan pengemasan makanan kaleng ini diikuti kurang lebih 30 orang peserta, dan ada 10 sampel makanan yang sudah berhasil dikarantina selama 14 hari oleh BPTBA-LIPI Yogyakarta yang berhasil masuk kategori memuaskan antara lain tempe benguk sengek SPA, Gudeg Juminten, Gudeg Mbah Karyo, Oseng Mercon Jeng WR, Soto Gentong, Brekecek Ikan Laut Lestari, Rica-Rica Kembang Pisang, Mangut Ikan Gabus dan Kembang Pisang, Rawon Lestari, dan Brongkos.
Bupati Kulon Progo Sutedjo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk peningkatan kualitas produk makanan dan upaya peningkatan ekonomi pelaku UKM pengalengan produk.
"Hal ini dilakukan agar mampu bersaing dan sesuai dengan perkembangan jaman, serta upaya meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, terutama bagi pelaku UKM," kata Sutedjo.
Ia berharap ke depan akan lebih banyak lagi pelaku industri makanan tradisional yang dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan UPT LIPI Yogyakarta. Tentunya hal ini dapat meningkatkan nilai jual dan masa konsumsi makanan.
Untuk itu, Sutedjo sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan pengalengan produk UKM. Usaha yang tidak bisa dikalengkan seperti gudeg namun dengan bantuan LIPI bisa dikalengkan dan mampu bertahan hingga satu tahun.
Saat ini, setidaknya ada 100 produk yang diikutkan dalam kurasi produk yang lolos di gerai produk UKM di Bandara Internasional Yogyakarta. Namun, dari 100 produk yang diajukan, hanya beberapa yang lolos kurasi.
“Produk makanan kalengan ini sudah mendapatkan kerja sama dengan Angkasa Pura I, dan telah mendapatkan space kosong untuk usaha UKM Kulon Progo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha dan Usaha Kecil Menengah Kulon Progo Sri Harmintarti mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan keterampilan koprasi dan UKM.
“Dinas Koprasi dan UKM Kulon Progo menggelar kegiatan pelatihan dengan Dana Alokasi Kusus (DAK) Non fisik dengan bekerjasama berbagai pihak untuk menunjang keterampilan teknis dengan pelatihan pengalengan produk makanan mealui pra riset, melalui BPTBA-LIPI Yogyakarta," ujarnya
Ia mengatakan pelatihan pengemasan makanan kaleng ini diikuti kurang lebih 30 orang peserta, dan ada 10 sampel makanan yang sudah berhasil dikarantina selama 14 hari oleh BPTBA-LIPI Yogyakarta yang berhasil masuk kategori memuaskan antara lain tempe benguk sengek SPA, Gudeg Juminten, Gudeg Mbah Karyo, Oseng Mercon Jeng WR, Soto Gentong, Brekecek Ikan Laut Lestari, Rica-Rica Kembang Pisang, Mangut Ikan Gabus dan Kembang Pisang, Rawon Lestari, dan Brongkos.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
24 Dalang Muda Kulon Progo unjuk kebolehan pada Festival Dhalang Anak-Remaja 2026
12 May 2026 19:38 WIB
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB