STTN Batan wisuda 101 lulusan
Rabu, 7 Oktober 2020 23:25 WIB
Prosesi wisuda lulusan STTN Batan (HO-Istimewa)
Yogyakarta (ANTARA) - Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN Batan) Yogyakarta mewisuda sebanyak 101 lulusan bergelar Sarjana Terapan Teknik di Yogyakarta, Rabu.
Sebanyak 101 wisudawan itu terdiri atas 28 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 38 orang dari Program Studi Elektronika lnstrumentasi, dan 35 orang dari Program Studi Elektro Mekanika.
lndeks Prestasi Kumulatif (lPK) tertinggi dalam wisuda tahun ini diperoleh lkhsan Mahfudin (Program Studi Elektro Mekanika) dengan IPK 4,00. Disusul Joanne Salres Ramadhani (Program Studi Teknokimia Nuklir) dengan IPK 3,90 dan Hasna Nurhanifa Rosyadi (Program Studi Elektronika lnstrumentasi) dengan IPK 3,84.
Secara keseluruhan predikat cumlaude (lulus dengan pujian) diperoleh sebanyak 45 wisudawan, yang terdiri dari 15 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 13 orang dari Program Studi Elektronika lnstrumentasi, dan 17 orang dari Program Studi Elektro Mekanika.
Ketua STTN Batan Edy Giri Rachman Putra mengatakan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda secara global, STTN Batan menyelenggarakan wisuda Sarjana Terapan Teknik dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi dengan kenormalan baru.
"Wisuda bertempat di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta hanya dihadiri oleh Senat STTN Batan dan wisudawan, tanpa didampingi orang tua/wali. Namun, prosesi wisuda dapat disaksikan secara daring dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube STTN Batan," katanya.
Menurut dia, wisudawan didominasi mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 96,8 persen. Persentase kelulusan yang cukup tinggi ini tentunya merupakan prestasi dan kebanggaan tersendiri.
"Hal itu karena sejak awal tahun 2020 mahasiswa harus menyelesaikan studi dan tugas akhirnya dengan penuh perjuangan dan keterbatasan karena banyaknya perubahan kebijakan akademik akibat pandemi COVID-19," katanya.
Pada tahun ini, kata Giri, juga terdapat 2 mahasiswa yang menyelesaikan penelitian Tugas Akhir di Synchrotrcn Light Reseorch Institute (SLRI) Thailand sebagai fasilitas akselerator terbesar di Asia Tenggara selama kurang lebih 5 bulan.
"Dengan tekad dan semangat yang luar biasa, alhamdulillah semua itu dapat teratasi dengan sangat baik dan akhirnya mereka dapat hadir untuk wisuda," katanya.
Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan mengatakan lulusan tahun ini mengikuti proses final yang berbeda dari sebelumnya karena konsekuensi pandemi COVID-19.
Tema penelitian tugas akhir yang sudah dibuat sebelumnya, kata dia, harus disesuaikan kembali mengingat kegiatan penelitian tidak dapat dilakukan di laboratorium. Diskusi, bimbingan dengan dosen pembimbing serta ujian skripsi dilakukan secara daring.
"Namun, ternyata mereka tetap bersemangat dan akhirnya bisa lulus. Kami sangat mengapresiasi dan hari ini Indonesia menambah 101 tenaga ahli di bidang nuklir," kata Anhar.
Sebanyak 101 wisudawan itu terdiri atas 28 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 38 orang dari Program Studi Elektronika lnstrumentasi, dan 35 orang dari Program Studi Elektro Mekanika.
lndeks Prestasi Kumulatif (lPK) tertinggi dalam wisuda tahun ini diperoleh lkhsan Mahfudin (Program Studi Elektro Mekanika) dengan IPK 4,00. Disusul Joanne Salres Ramadhani (Program Studi Teknokimia Nuklir) dengan IPK 3,90 dan Hasna Nurhanifa Rosyadi (Program Studi Elektronika lnstrumentasi) dengan IPK 3,84.
Secara keseluruhan predikat cumlaude (lulus dengan pujian) diperoleh sebanyak 45 wisudawan, yang terdiri dari 15 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 13 orang dari Program Studi Elektronika lnstrumentasi, dan 17 orang dari Program Studi Elektro Mekanika.
Ketua STTN Batan Edy Giri Rachman Putra mengatakan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda secara global, STTN Batan menyelenggarakan wisuda Sarjana Terapan Teknik dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi dengan kenormalan baru.
"Wisuda bertempat di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta hanya dihadiri oleh Senat STTN Batan dan wisudawan, tanpa didampingi orang tua/wali. Namun, prosesi wisuda dapat disaksikan secara daring dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube STTN Batan," katanya.
Menurut dia, wisudawan didominasi mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 96,8 persen. Persentase kelulusan yang cukup tinggi ini tentunya merupakan prestasi dan kebanggaan tersendiri.
"Hal itu karena sejak awal tahun 2020 mahasiswa harus menyelesaikan studi dan tugas akhirnya dengan penuh perjuangan dan keterbatasan karena banyaknya perubahan kebijakan akademik akibat pandemi COVID-19," katanya.
Pada tahun ini, kata Giri, juga terdapat 2 mahasiswa yang menyelesaikan penelitian Tugas Akhir di Synchrotrcn Light Reseorch Institute (SLRI) Thailand sebagai fasilitas akselerator terbesar di Asia Tenggara selama kurang lebih 5 bulan.
"Dengan tekad dan semangat yang luar biasa, alhamdulillah semua itu dapat teratasi dengan sangat baik dan akhirnya mereka dapat hadir untuk wisuda," katanya.
Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan mengatakan lulusan tahun ini mengikuti proses final yang berbeda dari sebelumnya karena konsekuensi pandemi COVID-19.
Tema penelitian tugas akhir yang sudah dibuat sebelumnya, kata dia, harus disesuaikan kembali mengingat kegiatan penelitian tidak dapat dilakukan di laboratorium. Diskusi, bimbingan dengan dosen pembimbing serta ujian skripsi dilakukan secara daring.
"Namun, ternyata mereka tetap bersemangat dan akhirnya bisa lulus. Kami sangat mengapresiasi dan hari ini Indonesia menambah 101 tenaga ahli di bidang nuklir," kata Anhar.
Pewarta : Bambang Sutopo Hadi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paparan radioaktif kembali ditemukan di lokasi lain Kompleks Batan Indah
13 March 2020 19:12 WIB, 2020
BATAN tegaskan temuan zat radioaktif bukan dari kebocoran reaktor nuklir
18 February 2020 0:42 WIB, 2020
PTRR: pemanfaatan teknologi kesehatan berbasis nuklir masih tertinggal
06 September 2019 17:53 WIB, 2019
Batan memperkenalkan teknologi nuklir bidang kesehatan di Nexpo 2019
06 September 2019 15:39 WIB, 2019