DPRD Kulon Progo minta Disdikpora selenggarakan ekstrakurikuler robotik
Rabu, 21 September 2022 16:54 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori. (ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Dinas Pendidikan setempat menyelenggarakan ekstrakurikuler robotik jenjang SD hingga SMP untuk menyiapkan sumber daya manusia yang andal di era digital dan transformasi ini.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo Muhtarom Asrori di Kulon Progo, Rabu, mengatakan dengan adanya ekstrakurikuler robotik, siswa tidak gagap teknologi ketika masuk jenjang lebih tinggi, seperti menjadi mahasiswa.
"Sekarang ini, anak-anak baru menggunakan telepon Android ini sekedar bermain, padahal bisa untuk mengenal robotik ini. Sehingga perlu dibuat ekstrakurikuler berkaitan dengan robotik ini," katanya.
Baca juga: Disdikpora minta SMK di DIY menyiapkan inkubator bisnis bagi siswa
Ia mengatakan ekstrakurikuler robotik untuk memperkenalkan peserta didik itu tahu betul tentang robotik dan cara membuatnya sehingga ketika di jenjang berikutnya tidak gagap teknologi. Di telepon Android ini ada gim daring, di mana siswa diharapkan bisa membuat sendiri.
"Ekstrakurikuler robotik ini untuk menyiapkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital," katanya.
Muhtarom meminta Dinas Pendidikan juga perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengajar ekstrakurikuler robotik ini. Namun demikian, SDM yang mengajar tidak harus paham robotik, tapi mereka paham mengoperasikan telepon Android.
"Harus ada pelatihan guru-guru dengan dibarengi pengenalan robotik. Tidak harus orang jenius, tapi paham mengoperasikan telepon Android," katanya.
Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono mengatakan Dinas Pendidikan harus mengajukan permohonan pendanaan penyelenggaraan ekstrakurikuler robotik ini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ia mengatakan setiap tahun, pemerintah daerah mendapat dana alokasi khusus nonfisik untuk pendidikan. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler robotik ini.
"Dinas Pendidikan sudah memiliki laboratorium komputer. Hal ini tinggal memberikan pelatihan kepada kepala sekolah atau tenaga pendidik yang ditunjukkan untuk penyelenggaraan ekstrakurikuler robotik," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kulon Progo Arif Prastowo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak menjawab.
Baca juga: Anggota DPRD minta Pemkab Kulon Progo serius menata Stadion Cangkring
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo Muhtarom Asrori di Kulon Progo, Rabu, mengatakan dengan adanya ekstrakurikuler robotik, siswa tidak gagap teknologi ketika masuk jenjang lebih tinggi, seperti menjadi mahasiswa.
"Sekarang ini, anak-anak baru menggunakan telepon Android ini sekedar bermain, padahal bisa untuk mengenal robotik ini. Sehingga perlu dibuat ekstrakurikuler berkaitan dengan robotik ini," katanya.
Baca juga: Disdikpora minta SMK di DIY menyiapkan inkubator bisnis bagi siswa
Ia mengatakan ekstrakurikuler robotik untuk memperkenalkan peserta didik itu tahu betul tentang robotik dan cara membuatnya sehingga ketika di jenjang berikutnya tidak gagap teknologi. Di telepon Android ini ada gim daring, di mana siswa diharapkan bisa membuat sendiri.
"Ekstrakurikuler robotik ini untuk menyiapkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital," katanya.
Muhtarom meminta Dinas Pendidikan juga perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengajar ekstrakurikuler robotik ini. Namun demikian, SDM yang mengajar tidak harus paham robotik, tapi mereka paham mengoperasikan telepon Android.
"Harus ada pelatihan guru-guru dengan dibarengi pengenalan robotik. Tidak harus orang jenius, tapi paham mengoperasikan telepon Android," katanya.
Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono mengatakan Dinas Pendidikan harus mengajukan permohonan pendanaan penyelenggaraan ekstrakurikuler robotik ini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ia mengatakan setiap tahun, pemerintah daerah mendapat dana alokasi khusus nonfisik untuk pendidikan. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler robotik ini.
"Dinas Pendidikan sudah memiliki laboratorium komputer. Hal ini tinggal memberikan pelatihan kepada kepala sekolah atau tenaga pendidik yang ditunjukkan untuk penyelenggaraan ekstrakurikuler robotik," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kulon Progo Arif Prastowo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak menjawab.
Baca juga: Anggota DPRD minta Pemkab Kulon Progo serius menata Stadion Cangkring
Pewarta : Sutarmi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB