BPBD Gunungkidul ajak FPRB berperan menghadapi potensi hidrometeorologi
Senin, 17 Oktober 2022 15:29 WIB
Apel siaga bencana hidrometeorologi di halaman Markas Kepolisian Resor Gunungkidul. (ANTARA/HO-Dokumen Humas Polres Gunungkidul)
Gunungkidul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tiap kalurahan/desa berperan aktif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono di Gunungkidul, Senin, mengatakan potensi bencana hidrometeorologi ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk perangkat pemerintah hingga tingkat bawah.
"Kami juga berharap FPRB di tiap kalurahan berperan aktif dan siaga menghadapi potensi bencana," kata Purwono.
Baca juga: BPBD Bantul mengkoordinasikan perangkat daerah susun program siaga darurat
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan ini berlangsung setidaknya 17 sampai 19 dasarian. Untuk itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Apalagi, curah hujan di musim ini terbilang tinggi.
Sebagai informasi, dasarian merupakan satuan waktu meteorologi yang digunakan oleh BMKG. Satu dasarian sama dengan rentang waktu 10 hari.
"Musim hujan kali ini terbilang panjang dengan intensitas hujan yang lebat. Mengacu pada prakiraan tersebut, BPBD Gunungkidul mewaspadai terjadinya longsor hingga banjir akibat curah hujan tinggi," katanya.
Purwono mengatakan longsor berpotensi terjadi di zona utara, sedangkan banjir di zona selatan. Sebab, sebagian besar zona utara di Gunungkidul berupa perbukitan, seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, serta sebagian Nglipar, dan Ponjong.
Selanjutnya, wilayah dengan potensi banjir genangan akan terjadi di wilayah Wonosari, Playen. "Lahan pertanian berpotensi terdampak. Meski demikian, banjir ini sifatnya hanya sesaat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh relawan. Koordinasi dilakukan lewat Apel Kesiapsiagaan 7 Oktober lalu.
Ia memastikan seluruh personel hingga sarana untuk penanganan dampak bencana siap diterjunkan. Koordinasi dengan BPBD DIY juga sudah dilakukan.
"Kami imbau seluruh relawan ini siap siaga jika dibutuhkan untuk penanganan dampak bencana musim hujan," ujarnya.
Baca juga: Bantul mengidentifikasi wilayah rawan banjir dan longsor
Baca juga: Pemkab Bantul: Lurah menentukan tempat evakuasi warga terdampak bencana
Kepala pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono di Gunungkidul, Senin, mengatakan potensi bencana hidrometeorologi ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk perangkat pemerintah hingga tingkat bawah.
"Kami juga berharap FPRB di tiap kalurahan berperan aktif dan siaga menghadapi potensi bencana," kata Purwono.
Baca juga: BPBD Bantul mengkoordinasikan perangkat daerah susun program siaga darurat
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan ini berlangsung setidaknya 17 sampai 19 dasarian. Untuk itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Apalagi, curah hujan di musim ini terbilang tinggi.
Sebagai informasi, dasarian merupakan satuan waktu meteorologi yang digunakan oleh BMKG. Satu dasarian sama dengan rentang waktu 10 hari.
"Musim hujan kali ini terbilang panjang dengan intensitas hujan yang lebat. Mengacu pada prakiraan tersebut, BPBD Gunungkidul mewaspadai terjadinya longsor hingga banjir akibat curah hujan tinggi," katanya.
Purwono mengatakan longsor berpotensi terjadi di zona utara, sedangkan banjir di zona selatan. Sebab, sebagian besar zona utara di Gunungkidul berupa perbukitan, seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, serta sebagian Nglipar, dan Ponjong.
Selanjutnya, wilayah dengan potensi banjir genangan akan terjadi di wilayah Wonosari, Playen. "Lahan pertanian berpotensi terdampak. Meski demikian, banjir ini sifatnya hanya sesaat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh relawan. Koordinasi dilakukan lewat Apel Kesiapsiagaan 7 Oktober lalu.
Ia memastikan seluruh personel hingga sarana untuk penanganan dampak bencana siap diterjunkan. Koordinasi dengan BPBD DIY juga sudah dilakukan.
"Kami imbau seluruh relawan ini siap siaga jika dibutuhkan untuk penanganan dampak bencana musim hujan," ujarnya.
Baca juga: Bantul mengidentifikasi wilayah rawan banjir dan longsor
Baca juga: Pemkab Bantul: Lurah menentukan tempat evakuasi warga terdampak bencana
Pewarta : Sutarmi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian ATR/BPNpastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan pertanahan pascabencana hidrometeorologi
14 February 2026 21:41 WIB
30 Taruna/i STPN ikuti KKN Pertanahan untuk Restorasi Arsip Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh-Sumut
11 February 2026 17:30 WIB
BNPB mencatat bencana longsor, banjir, abrasi hingga karhutla terjadi dalam dua hari
01 February 2026 18:21 WIB
KLH memperketat pengawasan dan melakukan kajian lingkungan di DAS prioritas
30 January 2026 18:50 WIB
Menteri Koordinator PMK minta pemda aktifkan posko siaga bencana hidrometeorologi
23 January 2026 16:59 WIB
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB