Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X enggan mengomentari keinginan beberapa pihak untuk mengusungnya menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2014.
"Saya tak mau komentar mengenai hal itu, masih terlalu pagi, subuh we durung (subuh saja belum). Jadi, masih terlalu dini untuk membicarakan calon presidendalam Pemilihan Umum 2014," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Dukungan kepada Sultan untuk maju sebagai capres berasal dari Paguyuban Rakyat Jogja Pro-Demokrasi atau Pagar Betis Kulon Progo, DIY. Mereka menilai kualitas dan kapabilitas Sultan sebagai tokoh reformasi membuatnya layak menjadi capres 2014.
Sebelumnya, nama Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu muncul dalam bursa capres Pemilu 2014 berdasarkan hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI).
Namun Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra mengatakan, munculnya dukungan pencapresan Sultan hanya manuver politik yang tidak perlu ditanggapi serius oleh masyarakat DIY.
"Masyarakat DIY saat ini masih dipusingkan oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY yang tidak kunjung selesai. Jika mau, usung saja tokoh lain di luar Sultan," katanya.(*)
B015*H010/M008
