Istri menpora raih gelar doktor

id istri menpora raih gelar doktor

Istri menpora raih gelar doktor

Vitri Cahyaningsih Mallarangeng (Foto inilahjabar.com)

Depok (ANTARA Jogja) - Istri Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, Vitri Cahyaningsih Mallarangeng hari Selasa di kampus Universitas Indonesia di Depok meraih gelar doktor dengan judicium sangat memuaskan.

Promosi Doktor Vitri C. Mallarangeng itu mengangkat tema "UKM Lebih Gigih Hadapi Kemerosotan Usaha".

Vitri menyatakan jika dibandingkan dengan usaha besar, maka usaha kecil menengah (UKM) telah terbukti lebih gigih dalam menghadapi kemerosotan kinerja usaha. Jika usaha besar cenderung mengantisipasinya dengan melakukan perampingan usaha (downsizing), maka UKM lebih memilih strategi putar haluan (turn around strategy).

"Usaha kecil tidak melakukan kontraksi atau perampingan yang drastis,melainkan berkisar pada upaya bertahan dan mencari peluang untuk berkembang dengan keterbatasan aset yang dimiliki," kata Vitri Cahyaningsih Mallarangeng, saat mempertahankan disertasinya di depan Sidang Terbuka Senat Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (17/4).

Dalam disertasi berjudul "Pengaruh Lingkungan dan "Turn Around Strategy" terhadap Inovasi dan Kinerja UKM Kerajinan, istri Menpora Andi Mallarangeng ini melakukan penelitian terhadap 330 responden dari 2.708 unit UKM sektor kerajinan bordir, kerajinan anyaman, dan kerajinan batik, kayu/kelom, rotan dan bambu di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pengolahan data empiris menggunakan *Structural Equation Modelling (SEM)* dengan "Soft wareLisrel" 8.8, didukung hasil wawancara mendalam pada pengrajin perorangan maupun kelompok diskusi fokus.

Hasil penelitian Vitri yang dipromotori Prof. Rhenald Kasali, PhD, ini menunjukkan meskipun banyak UKM di bidang industri kreatif berada pada kondisi merosot atau disebutnya "sunset", pola pikir kewirausahaan para pengrajin terlihat menonjol.

Pola pikir itu pula yang mendorong pilihan strategi tertentu sebagai dasar dari kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan kinerja.

"Budaya kewirausahaan telah mendorong mereka melakukan strategi putar haluan yang dilakukan sebagai upaya untuk bertumbuh, bertahan dan berhemat,mengetatkan ikat pinggang," tutur peraih gelar Master di bidang 'Home Economics, Merchandising, Marketing and Management' dari Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat, ini.

Vitri mencatat UKM "yang dipahami sebagai salah satu fondasi perekonomian negara" telah berkembang cukup signifikan di Indonesia. Saat ini,jumlahnya mencapai 52 juta dan menyerap tenaga kerja hampir 90 juta orang.

Kontribusi ekonomi UKM pun sangat besar, mencapai 63,11 persen atau Rp638 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional nonmigas pada 2001.

Proporsi tersebut konsisten sampai 2010, meski sedikit mengalami penurunan. "Bandingkan dengan usaha besar yang hanya memberikan kontribusi 36,89 persen dari PDB. Sudah begitu, UKM terdapat di seluruh wilayah Indonesia dan mencakup hampir semua jenis usaha yang padat karya," kata Vitri.

Persoalan muncul, karena jumlah UKM yang terus meningkat tersebut belum disertai dengan peningkatan kinerja yang konsisten. Salah satu penyebab paradoks itu adalah kebijakan publik yang terkadang ambivalen, sehingga UKM di Indonesia berisiko tidak dapat bersaing di pasar global.

"Akibatnya, UKM menghadapi problem internal yang laten, terkait dengan diskriminasi dan iklim persaingan yang tidak baik," urai Vitri, yang juga salah satu ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Untuk meretas hal itu, Vitri menyarankan pemerintah hendaknya menekankan dukungan pada keberlanjutan UKM dengan memfasilitasi pelaku UKM untuk terus secara konsisten melakukan 'mixed strategy' sebagai upaya bertahan di pasar. "Caranya adalah dengan menyiapkan, mengkader, dan membentuk kewirausahaan strategis yang tepat pada lingkup UKM," katanya.

Promosi Doktor Vitri Mallarangeng yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi, UI Depok, ini berlangsung semarak. Selain dihadiri Ketua Umum Dekranas Herawati Boediono, tampak pula beberapa istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) II. (A011)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.