
Ratusan anak TK diajak budayakan minum susu

Semarang (ANTARA Jogja) - Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang mengajak ratusan anak dari sejumlah taman kanak-kanak di Kota Semarang membudayakan minum susu melalui gerakan minum susu bersama.
"Gerakan minum susu bersama dalam rangka memperingati Hari Susu Nusantara (HSN) setiap 1 Juni ini merupakan kegiatan tahunan dengan mengajak anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD)," kata Ketua Panitia "Gerakan Minum Susu Bersama" Indira Kemala Pratiwi di Semarang, Jumat.
Pada kegiatan yang digagas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang itu, ratusan anak TK itu diminta minum susu sapi kemasan secara serentak dengan aba-aba dari panitia.
Menurut Indira, tingkat konsumsi susu di Indonesia selama ini tergolong rendah daripada negara lain sehingga perlu dibudayakan gerakan meminum susu, mengingat banyaknya manfaat susu bagi kesehatan.
"Gerakan minum susu bersama ini merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memeringati Hari Susu Nusantara yang sasarannya memang kalangan anak-anak untuk membiasakan minum susu sejak dini," katanya.
Ia menyebutkan jumlah siswa TK dan SD yang mengikuti kegiatan minum susu bersama itu mencapai lebih 100 orang, antara lain dari TK Nurus Sunnah, TK Hidayatullah, TK Tadika Puri, dan TK Tri Bakti Semarang.
Namun, kata dia, kalau jumlah total peserta gerakan minum susu bersama yang didukung perusahaan susu CV Cita Nasional dan Dinas Peternakan Jawa Tengah itu mencapai 400 orang, termasuk kalangan dosen dan mahasiswa.
Untuk lebih menarik minat anak-anak, kata mahasiswi Undip angkatan 2010 tersebut, panitia menggelar berbagai kegiatan yang menghibur anak-anak, seperti lomba mewarnai dan membaca puisi dalam bahasa Inggris.
Berbagai kegiatan itu, kata dia, temanya tidak jauh dari peternakan dan susu. Misalnya, lomba mewarnai yang mengambil objek sapi dan rumput, sementara lomba membaca puisi dalam bahasa Inggris juga bertema susu.
"Kami memamerkan pula binatang peliharaan, misalnya, kucing dan landak. Berbagai binatang itu bisa dibawa pulang karena memang dijual, ada yang milik fakultas dan milik mahasiswa pribadi," kata Indira.
Sementara itu, pengajar Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Sri Ismiyati menjelaskan bahwa susu memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga perlu membudayakan minum susu secara rutin sejak dini.
"Anak-anak ini adalah aset nasional sehingga perlu diperhatikan asupan gizinya secara optimal, misalnya, minum susu. Ini (minum susu, red.) harus dikenalkan sejak anak-anak agar mereka terbiasa," katanya.
(U.KR-ZLS)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
