
Petani cabai Kulon Progo dapat untung besar

Jogja (ANTARA Jogja) - Kalangan petani cabai di dusun I Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat keuntungan besar karena tingginya harga komoditas itu di pasaran.
"Saat ini, harga cabai di tingkat petani berkisar Rp15.000 per kilogram hingga Rp16.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai tergantung jumlah permintaan dan ketersediaan cabai di tingkat petani. Kami sempat mengalami menjual cabai Rp25.000 per kilogram," kata Sunarto (50) di Kulon Progo, Senin.
Ia mengatakan, tanaman cabai akan terus berbuah banyak jika perawatan dengan pemupukan dan pengairan cukup. Di lahan berpasir, tanaman cabai dapat tahan lama dibandingkan ditanam di area persawahan. Untuk mempertahankan tanaman cabai berbuah perlu dipupuk dengan pupuk kompos, NPK, Za dan Kn03.
"Kalau di area persawahan paling banter hanya 10 kali panen, tapi di lahan pasir dapat panen hingga 35 kali lebih jika perawatannya sangat bagus terutama pemupukan," kata Sunarto.
Dia mengatakan, tanaman cabai di lahan seluas 2.000 meter persegi setiap kali panen mampu menghasilkan 2,5 kuintal dengan harga Rp16.000,- per kilogram .
"Hasil penjualan cabai untuk membeli pupuk, membeli bensin untuk menyiram tanaman cabai. Sisanya buat ditabung, karena kalau sudah musim hujan, lahan pasir susah ditanami," kata dia.
Seorang petani cabai di Desa Bugel, Supar mengatakan, pada lahan seluas 1.200 meter persegi, dirinya mampu menghasilkan cabai 150 kilogram hingga 200 kilogram setiap kali petik.
"Keuntungan penjualan cabai sangat menguntungkan, apalagi harga cabai di pasaran masih tinggi. Meski sudah dipetik hingga 30 kali, tanaman cabai masih dapat menghasilkan cabai yang lebat," kata Supar.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
