Logo Header Antaranews Jogja

Pengajar Fakultas Kodokteran UGM raih penghargaan Kalbe

Sabtu, 8 September 2012 14:36 WIB
Image Print
Universitas Gadjah Mada (istimewa)

Jakarta, 8/9 (ANTARA) - Riset deteksi dini kanker nasofaring karya Susanna Hilda Hutajulu dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berhasil meraih peringkat pertama "Ristek Kalbe Science Award 2012".

Ajang penghargaan itu diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, kata Widjanarko Loka Djaja, ketua Panitia Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2012 di Jakarta, Sabtu.

Dua pemenang lainnya adalah Debbie Soefie Retnoningrum dari Fakultas Teknik Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meneliti konstruksi statis yang menjadi dasar pengobatan pasien hepatitis dan Bambang Widyantoro dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita yang meneliti penyebab penyakit jantung pada pasien diabetes.

Ia mengatakan program ini merupakan apreasiasi kepada peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan.

Penghargaan sendiri diselenggarakan pada acara gala dinner bertempat di Ball Room Hotel Four Seasons Jakarta, Sabtu (7/9) dihadiri pejabat dari Kementerian Riset dan Teknologi, BPOM, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Widjanarko mengatakan, peserta yang ikut serta dalam program RKSA sebanyak 176 peserta dari 68 institusi pendidikan dan penelitian di 16 provinsi di Indonesia.

Widjanarko mengatakan, bidang kajian penelitian yang disertakan dalam seleksi difokuskan kepada bahan obat (termasuk bioteknologi, kimia medicinal, teknologi farmasi), diagnostic dan metode pengobatan serta pangan fungsional.

Secara lengkap berikut pemenang RKSA yang diumumkan team juri RKSA: dr. Susanna Hilda Hutajulu, Sp.PD, Ph.D "Multiple Markers for Early Identification of Nasopharyngeal Carcinoma" dari Fakultas Kedokteran UGM Debbie Soefie Retnoningrum, Ph.D "Construction of Synthetic Open Reading Frame Encoding Human Interferon Alpha 2b For High Expression in Escherichia Coli and Characterization of Its Gene Product" dari Sekolah Farmasi, ITB.

Kemudian dr Bambang Widyantoro, Ph.D "Endothelial cell-derived endothelin-1 promotes cardiac fibrosis in diabetic heart through stimulation of endothelial-to-mesenchymal transition" Fakultas Kedokteran UI ? Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta.

Widjanarko juga mengatakan, team juri juga memilih satu peneliti muda terbaik, untuk kategori "Young Scientist Award" Widodo dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Malang.

Tim juri yang terlibat dalam RKSA meliputi Amin Soebandrio staf ahli Kementerian Ristek bidang Kesehatan dan Obat, Listyani Wijayanti Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Wahono Sumaryono Penasehat Ahli Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

Kemudian team juri dari perguruan tinggi meliputii Sofia Mubarika Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Yeyet Cahyati Sumirtapura Guru Besar Sekolah Farmasi ITB, Bandung, Maggy Thenawidjaja Suhartono Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, Bogor, Yahdiana Harahap, MS Dekan Fakultas Farmasi, UI.

Listyani Wijayanti Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi selaku wakil dewan juri mengatakan, untuk menyeleksi finalis RKSA sangat berat karena karya mereka bagus-bagus dan mudah untuk diterapkan. "Ibaratnya kami terlibat diskusi yang sangat ketat sebelum menetapkan pemenang," ujar dia.

Pemenang RKSA ditetapkan melalui penilaian dari sejumlah kriteria seperti untuk kategori riset dasar, team juri menetapkan karya peserta harus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan keilmuan, kemudian merupakan karya orisinal, terdapat unsur kebaruan, harus ada seri percobaan, dapat diaplikasikan untuk skala industri, jaminan untuk menjadi komersial, serta dapat ditindaklanjuti untuk mendapatkan paten.

Peneliti muda terbaik dipilih berdasarkan kriteria, memiliki integritas (dalam arti boleh saja salah tetapi tidak boleh bohong), mandiri, penguasaan ilmu, karya publikasi di jurnal ilmiah yang diakui di dalam dan luar negeri, kemampuan membangun jejaring di dalam dan luar negeri, serta menjadi pimpinan group penelitian.

Irawati Setiady Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk pada gala diner penganugerahan pemenang RKSA mengatakan, program RKSA diharapkan dapat menjadi promosi perkembangan riset dan sains di Indonesia, serta menjadi tantangan bagi generasi muda untuk terus melakukan inovasi diberbagai bidang.

Menurut dia, apa yang sudah dilakukan peneliti muda melalui karya-karya mereka akan memberikan kontribusi tidak hanya pada kehidupan ekonomi tetapi juga sosial, serta akan memacu kreatifitas peneliti muda lainnya.

Founder Kalbe Group Boenjamin Setiawan mengatakan Kalbe tidak hanya memberikan penghargaan kepada peneliti muda seperti sekarang ini, tetapi juga akan memberikan kepada calon peneliti sejak masih duduk di sekolah dasar tujuannya untuk memberikan motivasi dibidang sains.

Dia berharap, institusi swasta dan pemerintah mulai memikirkan pembangunan berbasis riset dan sains agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain. Indikatornya dapat dilihat dari anggaran penelitian di Indonesia yang masih kecil kurang dari satu persen dari PDB, sementara di negara-negara maju minimal 2 persen dari PDB.

Boenjamin juga berharap pemerintah meninjau kembali kebijakan dibidang penelitian agar sedikit lebih liberal seperti yang sudah dilaksanakan di negara tetangga Malaysia.

"Saya berharap penelitian mengenai sel punca (stem cell) memiliki kemajuan di Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit termasuk pengobatan kanker. Saya kira tidak ada salahnya mengadopsi kebijakan di Cina dan India yang lebih liberal dalam melakukan riset di bidang kedokteran," ujar dia.
(G001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026