Logo Header Antaranews Jogja

Calon haji Sleman pamitan Bupati Sleman

Kamis, 27 September 2012 18:20 WIB
Image Print
Ilustrasi calon haji (Foto antaranews.com)

Sleman (ANTARA Jogja) - Sebanyak 1.196 calon haji dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis berpamitan dengan Bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

"Kesempatan menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat didambakan setiap umat Islam. Karena itu, bagi yang dimudahkan Allah SWT untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya," kata Bupati Sleman Sri Purnomo.

Menurut dia, menunaikan ibadah haji bukan hal yang mudah karena membutuhkan niat dan bekal yang cukup.

"Niat saja, tanpa diimbangi dengan bekal yang cukup tentu kita akan kesulitan mewujudkan niat itu. Sebaliknya, bekal atau rejeki dari Allah SWT sudah ada, tetapi niat kita belum mantap dan teguh maka ibadah haji tidak akan berjalan dengan lancar," katanya.

Ia mengatakan, mengingat beratnya ibadah haji yang akan dijalani, bekal yang harus dipersiapkan pun tidak cukup hanya materi, namun juga kesiapan fisik dan mental.

"Diharap agar para calon haji mampu melaksanakan ibadah yang memerlukan biaya yang cukup besar dan kondisi fisik yang baik ini dengan seoptimal mungkin," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, selain menjadi salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap umat Islam yang mampu, ibadah haji memiliki nilai-nilai tarbiyah yang dapat mengantarkan jamaah menuju kesempurnaan perilaku, dan kesempurnaan hidup.

"Setiap ritual haji, yang harus dijalani setiap jamaah memberikan bimbingan dan pendidikan bagi jamaah, yang sangat berguna, sebagai modal berharga hidup bermasyarakat. Namun demikian, seringkali, sebagian jamaah, ibadah haji masih dipahami sebagai ritual ibadah saja," katanya.

Ia mengatakan, jika ditinjau dari segi bahasa, haji bermakna al-qashdu yang berarti naik atau menuju. Makna ini mengisyaratkan pelakunya, siap meninggalkan sekaligus menanggalkan perilaku-perilaku yang tidak dibenarkan agama, menuju perilaku-perilaku yang dilandasi oleh iman, taqwa, serta semangat toleransi dan peduli kepada sesama.

"Dengan makna tersebut, nampak bahwa mabrur beriorientasi pada kebaikan perilaku. Kemabruran tidak hanya diukur dari terpenuhinya syarat dan rukun manasik haji, namun juga sejauh mana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Bupati juga berharap, calon jamaah haji, dapat menunaikan setiap rukun haji, serta meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap rukun, serta dapat kembali ke tanah air dengan membawa kemabruran, yang tercemin dalam akhlaq dan perilaku yang lebih mulia dan lebih baik.

"Selain itu, ciri dari haji yang mabrur, adalah memiliki empati, emansipasi, dan peduli terhadap kemiskinan dan penderitaan sesama. Dalam konteks inilah orang yang berangkat haji berkali-kali di kala masih banyak tetangga kelaparan sangat bertentangan dengan nilai luhur ajaran Islam dan berarti pula tumpul dalam menghayati setiap rukun ibadah haji," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026