Bantul, 20/10 (ANTARA) - Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkampanyekan konsumsi pangan lokal melalui lomba tumpeng nonberas, Sabtu.
Kegiatan tersebut sekaligus untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Ke-32 di Bantul.
Sugeng Prayitno dari Panitia Hari Pangan Sedunia Ke-32 Kabupaten Bantul mengatakan lomba tumpeng nonberas atau dari singkong dan sorgum dini diikuti 17 kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari 17 kecamatan se kabupaten ini.
"Kita ingin memasyarakatkan pangan lokal, karena pangan tidak hanya beras, jagung dan thiwul, melainkan juga ada singkong, dan sorgum, terlebih singkong dan sorgum juga sebagai pengganti gandum yang memiliki karbohidrat," katanya.
Sugeng yang juga Koordinator Penyuluh Kabupaten Bantul itu, mengatakan kegiatan ini untuk menindaklanjuti dan sosialisasi Instruksi Bupati Nomor 4 Tahun 2012 tentang Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dan Sosialisasi Pola Pangan Beragam Bergizi Seimbang Aman Halal.
Tumpeng yang dilombakan menggunakan bahan-bahan lokal nonberas dengan komposisi karbohidrat 25 persen, buah dan sayuran 50 persen, dan lauk pauk 25 persen.
Ia mengatakan hal yang dinilai dalam lomba tumpeng nonberas ini di antaranya semua bahan baku mulai dari pembuatan hingga selesai tidak lebih dari senilai Rp50.000, memenuhi empat sehat lima sempurna, serta cara penyajiannya.
"Kita berharap dengan kegiatan ini dapat mendorong usaha pertanian berbasis potensi lokal untuk menuju kemandirian pangan, yang pada akhirnya ekonomi masyarakat dan petani meningkat, serta tidak bergantung pada pangan impor," katanya.
Menurut dia, dalam peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-32 juga digelar pameran pangan selama tiga hari, 19-21 Oktober. Pesertanya sebanyak 25 stan pangan dari 17 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari 17 kecamatan, dan dari sejumlah koperasi asosiasi serta dinas terkait.
"Melalui kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan, promosi dan edukasi mengenai pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal yang berbasis pada sumber pangan lokal," katanya.
Sementara itu, rangkaian kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-32 akan ditutup pada Minggu (21/10), dengan jalan sehat yang diikuti seluruh peserta pameran, dan penyuluh serta masyarakat tani.
Pada kesempatan itu akan diserahkan hadiah bagi pemenang lomba olahan pangan, dan lomba tumpeng nonberas.
(KR-HRI)
