Jogja (ANTARA Jogja) - Kebutuhan kamar hotel di Yogyakarta masih cukup tinggi, sehingga potensial untuk menjalankan usaha perhotelan, kata General Manager Red Dot Hotel Yogyakarta by Horison Berri Naurika.
"Hingga tahun depan Yogyakarta masih membutuhkan sekitar 1.500 kamar hotel saat `peak season`. Peluang itu dimanfaatkan PT Metropolitan Golden Management (MGM) untuk memantapkan jaringan hotel di Yogyakarta," katanya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, hotel pertama yang akan dibuka MGM adalah Red Dot Hotel Yogyakarta by Horison. Hotel berbintang dua plus itu memiliki 105 kamar dengan fasilitas kafe, restoran, dan ruang pertemuan berkapasitas 200 orang.
Selain itu juga memiliki kemudahan akses ke beberapa tempat wisata, di antaranya Candi Prambanan, Malioboro, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tamansari, Pasar Beringharjo, pusat kuliner, dan pusat perbelanjaan.
"Hotel bertarif Rp399.000 per malam itu mulai beroperasi pada Desember 2012. Namun, pada November 2012 akan diadakan uji coba menginap untuk tamu undangan," katanya.
Ia mengatakan kehadiran Red Dot Hotel di Yogyakarta akan diikuti lima hotel di bawah jaringan MGM. Kelima hotel di Yogyakarta itu adalah Horison Tugu, @Hom, Horison Ultima RISS, Intercity, dan Bale Ningrat.
"Kelima hotel itu masih dalam proses pembangunan. Kami siap memberikan warna baru dalam industri perhotelan dan pariwisata di Yogyakarta," kata Berri.
Corporate Chef Horison Hotels Groups jaringan MGM Hendro Suyadi mengatakan selain menjalankan properti bisnis hotel, Horison juga berupaya melakukan standarisasi fasilitas kebutuhan tamu, terutama makanan.
"Kami berupaya mengangkat menu lokal, sehingga menjadi daya tarik tamu hotel. Sehubungan dengan hal itu semua chef akan menjalani pelatihan tentang menu lokal baik cara memasak maupun penyajiannya," katanya.
(B015)
Kebutuhan kamar hotel di Yogyakarta tinggi
Ilustrasi sebuah hotel di Yogyakarta (Foto agendajogja.com)
