BKB Dusun Dabag dievaluasi tim nasional

id sleman bkb dievaluasi

BKB Dusun Dabag dievaluasi tim nasional

Kabupaten Sleman (istimewa)

Sleman (ANTARA Jogja) - Kelompok Bina Keluarga Balita "Teratai Merah" Dusun Dabag, Desa Condoncatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin di evaluasi tim tingkat nasional yang dipimpin Mariam Maliala.

"Evaluasi tingkat nasional ini setelah Bina Keluarga Balita (BKB) Teratai Merah Dusun Dabag, Condongcatur menjadi juara pertama tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu," kata Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kabupaten Sleman Endang Pudji Astuti.

Menurut dia, BKB Teratai Merah di Dusun Dabag Condongcatur, Depok, Sleman mempunyai kelebihan semangat kebersamaan dan semangat partisipasi ditengah komunitas perkotaan.

"Hal ini menepis anggapan bahwa masyaraka perkotaan saat ini lebih mementingkan idividualis. Dengan mengusung visi membangun karakter balita Indonesia yang berkualitas, sehat, trampil dan cerdas dengan misi mewujudkan keluarga kecil, agamis, bahagia dan sehahtera maka dengan kebersamaan dan partisipasi masyarakat tujuan itu dapat mudah tercapai," katanya.

Saat ini BKB Teratai Merah Dabag mempunyai 62 anak asuh dengan pembagian menurut kelompok umur 0-1 tahun, 1�2 tahun, 2�3 tahun, 3�4 tahun, 4�5 tahun dan kelompok iqro` yang didukung 12 kader dan delapan orang pengurus.

Dalam penilaian ini ditampilkan simulasi kegiatan permainan anak dan ibu balita serta kegiatan posyandu dan kegiatan administrasi BKB.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut mengatakan, upaya mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkeadilan gender, Pemerintah Kabupaten Sleman memulainya dengan berupaya membentuk kualitas sumberdaya manusia.

"Dalam membentuk kualitas sumberdaya manusia ini, kualitas anak selalu menjadi prioritas, tidak hanya di bidang kesehatan, pendidikan tetapi di bidang yang lain," katanya.

Ia mengatakan, untuk menciptakan anak yang sejahtera Pemkab Sleman telah membuat kebijakan bahwa setiap anak yang lahir di Kabupaten Sleman diharapkan menjadi anak yang sehat, cerdas dan berkualitas.

"Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Sleman berupaya mensinergikan berbagai aspek, mulai dari upaya untuk mewujudkan kesehatan ibu hamil, pemberdayaan keluarga baik secara ekonomi maupun sosial, pendidikan anak, menciptakan ketahanan pangan dan sebagainya," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, sarana penunjang lain yang tak langsung, ikut berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan anak adalah sarana kesehatan.

"Pembangunan di bidang kesehatan ini telah menunjukkan hasil menggembirakan yang ditunjukkan Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 5,25 yang lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan angka nasional sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup," katanya.

(V001)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.