
Sultan: organisasi kepemudaan harus jadi persemaian kepemimpinan

Jogja (Antara Jogja) - Organisasi kepemudaan harus menjadi lahan persemaian kepemimpinan bangsa yang berjiwa besar, penuh toleransi, dan berwawasan kebangsaan, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Pembentukan organisasi kepemudaan itu dimaksudkan untuk menampung kegiatan yang memupuk semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air, kepeloporan dan kepemimpinan, serta berdisiplin dan berbudi pekerti luhur dalam rangka pembangunan karakter generasi muda Indonesia," katanya di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia pada pengukuhan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana), Karang Taruna, dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ketiga organisasi kepemudaan yang berbasis masyarakat itu merupakan wadah generasi muda harapan bangsa.
FK Tagana merupakan gugus tugas kaum muda yang berorientasi di bidang kesejahteraan sosial untuk menangani penanggulangan bencana dengan kemampuan khusus untuk pendampingan sosial, pengelolaan shelter, logistik, dapur umum, dan psikososial.
IPSM dalam kerjanya melakukan gerakan pekerja sosial yang menganut prinsip pemberdayaan, yakni membantu orang agar mampu membantu dirinya sendiri, memperhatikan pentingnya partisipasi sosial dan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Dalam praktik pekerjaan sosial itu peranan IPSM diharapkan diwujudkan dalam kapasitasnya sebagai pendamping, bukan sebagai penyembuh atau pemecah masalah secara langsung.
"Untuk itu, dalam pendampingan sosial berpusat pada tiga visi praktik pekerja sosial, yakni pemungkin, pendukung, dan pelindung. Prinsip utamanya adalah pendampingan sosial dengan menggunakan sumber daya terbaik dari klien," katanya.
Ia mengatakan bahwa tujuan dibentuknya Karang Taruna adalah sebagai wadah pembinaan para remaja terutama yang putus sekolah dan menganggur. Jika mereka tidak diberikan tambahan pendidikan keterampilan dikhawatirkan akan menimbulkan banyak masalah.
"Kenakalan remaja sampai pada tindak kriminalitas bisa dengan mudah berkembang pada remaja pengangguran. Melalui pendidikan dan latihan remaja di wadah Karang Taruna remaja akan memperoleh penyaluran bakat dan minatnya secara positif dan produktif sehingga dapat hidup mandiri," katanya.
Pengurus FK Tagana DIY yang dikukuhkan berjumlah 35 orang, Karang Taruna DIY 42 orang, dan IPSM DIY sebanyak 42 orang.
Ketua Umum FK Tagana DIY dipegang Doni Kristanto, Ketua Umum Karang Taruna DIY GKR Condrokirono, dan Ketua Umum IPSM DIY Wasis Siswanto.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
