
Tim dokter prioritaskan penyembuhan Triyatno untuk Olimpiade

Jakarta (Antara Jogja) - Tim dokter yang baru saja selesai menjalani operasi atas cedera lutut atlet angkat besi Triyatno mengatakan pihaknya akan memprioritaskan penyembuhan peraih medali perak Olimpiade London 2012 tersebut untuk mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
"Kalau dari tim dokter saya rasa akan lebih memprioritaskan proses penyembuhan Triyatno untuk bisa mengikuti Olimpiade di Brazil 2016 dan tentunya Asian Games 2014, ketimbang memaksakan ikut di SEA Games Desember besok," kata ketua sports medicine team yang menangangani cedera Triyatno, dr. Andi Kurniawan Sp.KO, di Jakarta, Rabu.
Operasi terhadap cedera lutut kiri dan kanan yang diderita Triyatno telah berhasil dilakukan pada Selasa (26/3) di Rumah Sakit Premier Bintaro dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis cedera olahraga seperti Sapto Adji, Bobby Natanael Nelwan, I Gusti Made Febry Siswanto, Yanuarso, Soedarsono dan tentunya Andi.
Meski demikian, Triyatno dijadwalkan harus menjalani masa pemulihan sekira 3-6 bulan supaya tulang rawannya yang bagian kiri kembali ke keadaan semula, sementara untuk tulang rawan kanan keadaannya jauh lebih baik sehingga hanya dibersihkan oleh tim dokter.
Andi menuturkan cedera lutut Triyatno terjadi pada tulang rawannya yang mengalami proses degeneratif atau rusak di beberapa bagian dalam bentuk goresan-goresan di permukaan tulang sehingga oleh tim dokter dihaluskan supaya licin dan merangsang kembali proses pertumbuhannya.
Pada lutut kiri Triyatno, lanjut Andi, diberikan beberapa tusukan-tusukan sebagai metode "micro-fracture" supaya mengeluarkan darah dengan harapan bekuan darah yang mampu merangsang pertumbuhan tulang akan memberi dampak untuk proses pembentukan kembali tulang rawan sang atlet.
Andi mengatakan cedera yang diderita Triyatno wajar ditemukan pada atlet-atlet angkat besi, mengingat mereka kerap menahan beban berat dengan bertumpu pada lututnya masing-masing.
Setelah operasi rencananya Triyatno akan memulai menjalani masa pemulihan di Mahaka Square didampingi tim dokter dari Pusat Kesehatan Olahraga Indonesia (ISMC) pada Jumat (29/3) selama hingga kurang lebih enam bulan ke depan.
Selama proses pemulihan, secara bertahap Triyatno diharuskan menjalani proses penguatan yang melarangnya untuk menahan beban tubuh menggunakan lutut kirinya selama dua hingga delapan minggu pertama. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada tulang rawan supaya tumbuh dengan baik tanpa dibebani beban tubuh sendiri.
Memasuki bulan ketiga lutut kiri Triyatno akan diperbolehkan menahan beban badan sendiri dan secara berkala akan menjalani latihan penguatan tubuh bagian atas dengan porsi yang sudah disesuaikan bersama pelatih nasional angkat besi Lukman.
Selain itu, Triyatno setiap harinya juga akan diberi suntikan "Platelet Rich Plasma" (PRP), yaitu menyuntikkan darah sendiri untuk memanfaatkan plasmanya memiliki kandungan platelet banyak untuk merangsang pertumbuhan tulang rawan tersebut.
Andi mengatakan praktik penyuntikan PRP sudah ditetapkan oleh Badan Antidoping Internasional (WADA) pada 2010 sebagai golongan nondoping sehingga tidak akan menghambat langkah Triyatno dalam pemeriksaan doping.
Menilik kondisi demikian, Andi kembali menegaskan bahwa timnya tentu akan terus memantau perkembangan pemulihan dari Triyatno, namun cenderung memprediksikan atlet yang juga meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 tersebut akan absen dari SEA Games 2013 di Naypyidaw, Myanmar pada Desember.
"Kami tentunya akan terus memantau penyembuhan dan kesiapan Triyatno, namun kemungkinan apabila menurunkan dia di SEA Games terdapat resiko tampil dalam keadaan cedera atau mungkin belum pulih sepenuhnya yang dapat membahayakan peluang di Olimpiade dan Asian Games," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berpesan supaya tim dokter berusaha sekuat tenaga memantau proses pemulihan Triyatno dengan baik dan berharap atlet tersebut bisa segera sembuh.
"Triyatno ini oleh federasi angkat besi dunia sudah diproyeksikan sebagai atlet berpotensi meraih medali emas di Olimpiade 2016, makanya dia harus segera sembuh supaya bisa mengikuti kualifikasi yang akan segera berlangsung," ujar Rita.
Di sisi lain, terkait kondisi rekan Triyatno yang berlaga di kelas 62 kilogram Eko Yuli Irawan menurut Andi sudah jauh lebih baik mengingat ia hanya mengalami retak tulang kering kaki kanan. "Januari kemarin dia proses penyembuhannya sudah 70 persen," kata Andi.
Oleh karena itu, peluang atlet peraih medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 tersebut untuk tampil di SEA Games Myanmar jauh lebih besar ketimbang Triyatno.
(G006)
Pewarta : Oleh Gilang Galiartha
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
