
PDAM Bantul usulkan 1.000 sambungan air bersubsidi

Bantul (Antara) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengusulkan sebanyak 1.000 sambungan air bersih bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini.
"Saat ini kami sedang mengusulkan tambahan seribu sambungan air bersih untuk mendapat keringanan biaya pemasangan melalui program hibah USAID," kata Direktur PDAM Bantul, Agung Darmadi, Jumat.
Menurut dia, penambahan sambungan baru air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu tiap pemasangan akan mendapat biaya keringanan hingga Rp620.000 tiap sambungan air.
"Jadi tiap pelanggan hanya diharuskan membayar biaya pemasangan sebesar Rp250.000 dan bisa diangsur beberapa kali. Ini jauh lebih ringan dibanding harga normal Rp870.000 tiap sambungan," katanya.
Ia mengatakan, penerima manfaat hibah program percepatan sambungan dari pemerintah Amerika ini adalah masyarakat yang miskin dengan daya listrik tidak lebih dari 900 watt.
"Program ini memang ada perlakukan khusus karena ada persyaratan dari pemberi hibah yakni Amerika lewat pemerintah Indonesia. Dan nanti akan diverifikasi awal oleh pemerintah apakah masyarakat layak tidak dapat bantuan hibah," katanya.
Menurut dia, sebelumnya pada 2012 PDAM Bantul juga merealisasikan program yang sama kepada sebanyak 2.000 pelanggan baru, dan saat ini sudah sekitar 75 persen atau sebanyak 1500 sambungan telah terpasang.
"Bantul sedang berusaha untuk menyelesaikan yang tersisa, di Desa Srimulyo, Piyungan juga sudah disiapkan instalasi baru. Nanti mudah-mudahan bisa diakses dari sistem pengolah yang akan selesai 2013," katanya.
Ia menyebutkan, saat ini total pelanggan PDAM telah mencapai sekitar 18.500 pelanggan atau 20 persen dari penduduk Bantul, sehingga ditargetkan tiap tahun ada penambahan sambungan baru.
"Calon pelanggan penerima manfaat hibah ini kami usulkan ke pemerintah, kemudian oleh tim independen akan melakukan ferivikasi terhadap calon penerima. Kami minta masyarakat memahami arti dari ferivikasi itu," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
