Bantul (Antara Jogja) - Grup kesenian tradisional ketoprak remaja dari Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan tampil dalam perayaan Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah ke-38 di Jakarta pada 20 April 2013.
"Ada 50 pemeran ketoprak termasuk pendamping yang akan diberangkatkan ke Jakarta, mereka akan tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul, Heni Rahmawati di Bantul, Jumat.
Menurut dia, ketoprak remaja yang rencana akan memerankan tokoh Joko Tingkir itu merupakan juara pertama ketoprak lesung remaja tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Kami memang sudah beberapa kali mengirimkan grup kesenian untuk tampil di Jakarta, namun dari tahun ke tahun jenis kesenian yang ditampilkan berbeda-beda," katanya.
Menurut dia, para pelajar dari sanggar seni Kasihan tersebut tidak hanya akan menampilkan kesenian ketoprak saja, melainkan juga potongan sendratari, Tari Bambangan Cakil serta Tari Menak.
Ia mengharapkan, penampilan kesenian yang dalam HUT TMII yang juga dimeriahkan grup kesenian dari daerah lain dan mendatangkan banyak penonton tersebut bisa menjadi ajang promosi dan perkembangan kesenian dari Bantul.
"Pada 4 Mei nanti, rencananya kami juga akan mengirimkan grup kesenian reog ke Surabaya (Jawa Timur) untuk memeriahkan perayaan ulang tahun Kota Surabaya," katanya.
Terkait itu, kata dia pihaknya saat ini juga sedang melakukan pendataan keberadaan kesenian tradisional setempat yang telah menjadi warisan budaya mulai dari jenis keseniannya kelompok seni juga senimannya.
"Pendataan kesenian tradisional ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti keberadaannya agar semakin tidak menghilang akibat kurangnya perhatian dari pemerintah maupun pemerhati budaya," katanya.
Apalagi, kata dia, di Bantul yang terdapat puluhan jenis kesenian tradisional yang tersebar di sebanyak 75 desa saat ini diakui ada beberapa yang hampir punah karena jarang dipentaskan oleh generasi penerus.
"Selain upaya pelestarian, pendataan juga bertujuan untuk keperluan database dinas, guna menjawab banyaknya pertanyaan baik dari akademisi dan pemerhati budaya terkait data kesenian warisan leluhur," katanya.
(KR-HRI)
