Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo gelar Festival Kesenian Rakyat

Minggu, 19 Mei 2013 20:51 WIB
Image Print
Kesenian Angguk, salah satu kesenian tradisional unggulan Kabupaten Kulon Progo (Foto antarayogya.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Festival Kesenian Rakyat untuk mencari kesenian unggulan di setiap kecamatan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Minggu, mengatakan Festival Kesenian Rakyat (FKR) ini merupakan pembuktian bahwa pemkab memberikan perhatian dan melakukan pembinaan kesenian daerah. "Melalui FKR ini untuk melihat konsentrasi kesenian di

masing-masing kecamatan. Tahun ini, kami petakan kesenian mana yang menjadi kesenian unggulan kabupaten, dan mana yang menjadi kesenian unggulan kecamatan," katanya di sela-sela memberikan penilaian dalam FKR Kulon Progo 2013.

Ia mengatakan Kulon Progo memiliki kesenian unggulan yakni Angguk.

Sedangkan kesenian unggulan tingkat kecamatan yakni Kecamatan Wates ada Jathilan Kridho Turonggo Wulung, Kecamatan Lendah ada Hadroh Nurul Muhtadin, Kecamatan Sentolo ada Oglek Turonggo Seto, Kecamatan Pengasih ada Kethoprak Pusapa Budhaya.

Selain itu, di Kecamatan Girimulyo ada Wayang Topeng Ngesti Budaya, Kecamtan Temon ada Incling Sekar Arum, Kecamatan Kokap ada Krumpyung Laras Wismo, Kecamatan Nanggulan ada Panjidur Langen Kridotomo.

Kemudian di Kecamatan Kalibawang ada Jabur Mardi Budaya, Kecamatan Samigaluh ada Lengger Tapeng Endra Cipta, Kecamatan Galur ada Reyog Bekso Among Rogo, dan Kecamatan Panjatan ada Keroncong Tunas Muda.

"Kami ingin ada pemetaan potensi, sehingga masing-masing kecamatan memiliki konsentrasi khusus terhadap kesenian tradisional. Setiap kecamatan memiliki kesenian beragam, tanpa mematikan kebudayaan yang berkembang, dan yang sudah ada," kata Joko.

Ia mengatakan tujuan dari FKR ini juga tidak terlepas dari upaya untuk mengetahui seberapa jauh keterbukaan seniman dan budayawan Kulon Progo terhadap penilaian, masukan, dan pengembangan dari semua pihak.

"Kesenian adalah keterbukaan dalam menerima dan mengembangkan sebuah ide dan rasa. Diharapkan dengan adanya FKR ini akan menambah khasanah kebudayaan di Kulon Progo," katanya.

Namun demikian, kata Joko, anggaran untuk pembinaan kesenian tradional sangat minim, dan masih jauh dari harapan.

"Untuk kegiatan ini, kami hanya mampu membantu dalam menyewa kostum. Anggaran pembinaan, kami akui sangat sedikit jumlahnya, dan jauh dari harapan masyarakat," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026