Dinas Peternakan Kulon Progo sangsikan sensus BPS

id dinas peternakan kulon progo

Dinas Peternakan Kulon Progo sangsikan sensus BPS

Ilustrasi (Foto yuari.wordpress.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Keluatan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyangsikan hasil sensus Badan Pusat Statistik yang menyatakan populasi sapi mengalami penurunan 36 persen dari 69.681 ekor menjadi 44.570 ekor pada 2012 hingga Mei 2013.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Keluatan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat, Senin, mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan Petugas Penyaji dan Pengolah Data Peternakan (P3D) menyatakan populasi sapi per 30 April tercatat 56.562 ekor atau cenderung mengalami peningkatan.

"Kami menggunakan SPK yang dibuat BPS pada 2011 dengan alamat dan nama peternak lengkap sebagai basis melakukan pendataan populasi sapi. Tetapi kenapa, hasil survei yang dilakukan oleh P3D dan BPS berbeda. Kami masih menunggu klarifikasi dari BPS Kulon Progo untuk menjelaskan alasan penurunan populasi sapi di Kulon Progo turun 36 persen," kata Nur Syamsu.

Ia mengatakan populasi sapi di Kulon Progo justru cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Populasi ternak sapi hingga Juni 2012 baru mencapai 52.090 ekor, kemudian hingga Desember naik lagi 4.401 ekor.

"Kami sangat terkejut dengan hasil Sensus Pertanian 2013 yang dilakukan oleh BPS. Padahal berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Dinas Kepenak untuk mendorong populasi sapi di Kulon Progo," katanya.

Untuk mendorong populasi sapi di Kulon Progo, kata Nur Syamsu, mengatakan Dinas Kepenak telah melakukan berbagai usaha yakni pengembangan kawasan sapi potong, integrasi pakan ternak dengan memanfaatkan limbah padi, integrasi pemanfaatan lahan hutan menjadi hijau makanan ternak dan memberikan insentif bagi kelompok yang memelihara sapi bunting.

"Program-program terobosan ini mampu mendorong populasi sapi di Kulon Progo, saat kondisi harga sapi dan ketersediaan pakan mengalami penurunan," kata dia.

Kepala Badan Pusat Statistik Kulon Progo Sugeng Utomo mengatakan berdasarkan "Sensus Pertanian 2013" yang dilakukan petugas, penurunan populasi sapi disebabkan oleh aksi jual sapi April 2013 karena tingginya harga jual.

Ia mengatakan dari 12 kecamatan yang ada di Kulon Progo, tingkat populasi sapi yang paling parah mengalami penurunan terjadi di Kecamatan Temon yang mencapai 47 persen dari 4.753 ekor menjadi 2.518 ekor.

"Berdasarkan evaluasi hasil sensus, peternak menjual sapi mereka saat harga sapi murah. Misalnya, peternak yang memiliki lima ekor dijual satu atau dua ekor untuk memenuhi kebutuhan sapi lainnya atau "sapi makan sapi"," kata dia.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.