Anak perlu belajar Al Quran sejak dini

id anak perlu belajar al quran

Anak perlu belajar Al Quran sejak dini

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Anak perlu belajar Al Quran sejak dini agar mampu membaca, menghayati, dan mengamalkan ajaran kitab suci itu dalam kehidupan sehari-hari, kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

"Anak yang mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar serta mampu menghayati dan mengamalkannya, akan tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia," katanya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia pada acara kenaikan tingkat, wisuda, dan pelepasan santri Yayasan Team Tadarus "AMM" Yogyakarta, mereka akan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.

"Al Quran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia, tidak ada keraguan padanya, dan bernilai ibadah dalam membacanya," katanya.

Ia mengatakan Al Quran harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari umat Islam karena kitab suci itu berfungsi sebagai petunjuk dan cahaya kehidupan,

"Al Quran menempati posisi paling sentral dari seluruh bangunan Islam, karena seluruh petunjuk kehidupan dapat dicari rujukannya dalam kitab suci itu," katanya.

Menurut dia, anak-anak diharapkan membaca Al Quran setiap hari, kapan, dan di mana pun, terutama pada waktu Maghrib hingga Isya. Anak-anak hendaknya memahami makna yang terkandung dalam Al Quran dan menjadikannya pedoman hidup.

"Dengan demikan akan menjadi anak yang berakhlak mulia, cerdas hati dan pikiran, dan menjadi anak yang berguna bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara serta menjadi kebanggaan orang tua," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Maskul Haji mengatakan, tahapan apa pun yang sudah dicapai anak-anak dalam membaca Al Quran, dengan pendampingan orang tua, hendaknya segera dimulai memperbanyak tadarus di rumah masing-masing.

Dengan demikian, menurut dia, keinginan untuk mewujudkan Gerakan Maghrib Mengaji pelan-pelan akan terealisasi dimulai dari rumah. Hal itu akan mendatangkan nur di rumah tersebut.

"Apalagi, `syahrul ibadah, syahrul Quran`, yakni bulan Ramadhan, sudah sangat dekat dengan kita, maka tadarus Al Quran hendaknya menjadi salah satu amaliyah yang banyak dilakukan," katanya.

Acara kenaikan tingkat, wisuda, dan pelepasan santri Yayasan Team Tadarus "AMM" Yogyakarta itu diikuti 361 santri. Santri terbaik adalah Dhiandra Jauza Srihadini (TPAL), Alifia Nirbita Nuraini (TKAL), Reine Kusuma Ramadhani Cahyaputri (TPA), Qeisha Mayliana Gusmita (TKAL), Vicha Nabilah Atha (TJA), Alifia Deanita (TFJA), dan Rasikhah Shoha Qurratul`aini (Maudu`iyyah).

(B015)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.