Logo Header Antaranews Jogja

"Shuttle Bus" XT-Square resmi beroperasi

Selasa, 23 Juli 2013 14:29 WIB
Image Print
XT-Square (Foto ANTARA/Barikurahman)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Manajemen Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta XT-Square mulai mengoperasionalkan secara resmi "shuttle bus" yang akan menjemput tamu dari sejumlah hotel berbintang di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berbelanja berbagai barang kerajinan di pasar tersebut.

"Melalui upaya ini, kami ingin mengenalkan kepada wisatawan tentang tempat tujuan wisata baru di Yogyakarta yaitu XT-Square karena tempat tujuan wisata tidak hanya Malioboro," kata Direktur Utama PD Jogjatama Vishesha Muhammad Verga Prabowo Agus saat meresmikan operasional "shuttle bus" di Yogyakarta, Selasa.

Ia menambahkan, fasilitas "shuttle bus" untuk menjemput tamu dari sejumlah hotel tersebut dilakukan karena zona kerajinan di pasar seni dan kerajinan tersebut membutuhkan wisatawan luar daerah sebagai konsumen utamanya.

Setiap hari, "shuttle bus" tersebut akan beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB untuk melakukan penjemputan tamu dengan urutan rute dimulai dari Hotel Grand Quality, New Saphir, Jogjakarta Plaza Hotel, Santika Premier dan Grand Zuri Malioboro. Sehari dilakukan lima kali trip penjemputan tamu di hotel.

Ia berharap, para tamu hotel tersebut bisa memperoleh pengalaman berbelanja yang menarik di XT-Square karena selain bisa membeli barang-barang kerajinan, konsumen juga bisa menikmati kuliner dan hiburan kesenian di panggung hiburan yang ada di pasar tersebut.

"Dengan adanya `shuttle bus` ini, kami juga meminta kepada perajin pemilik kios di XT-Square bisa membuka kiosnya. Sayang sekali kalau fasilitas bus ini tidak dimanfaatkan pedagang untuk membuka kiosnya," katanya.

"Shuttle bus" yang digunakan untuk penjemputan tamu hotel tersebut adalah bus pariwisata berukuran kecil yang mampu mengangkut 35 penumpang. Tamu hotel dapat memanfaatkan "shuttle bus" tersebut dengan gratis.

Namun demikian, saat peresmian "shuttle bus", hanya ada beberapa kios dari total 200 kios di zona kerajinan yang buka.

Sementara itu, salah seorang pedagang di zona kerajinan, Ardiansyah mengatakan, mendukung langkah manajemen yang menyediakan fasilitas "shuttle bus" untuk menjaring konsumen dari tamu hotel.

"Kerajinan yang saya jual ini memang cukup spesifik dan tidak ada perajin lain di XT-Square yang menjual produk serupa. Kalau manajemen tidak melakukan jemput bola, maka akan sulit menjaring pembeli," katanya yang belum pernah menutup kiosnya sekalipun kios di kanan kirinya tutup.

Selain di XT-Square, Ardiansyah juga memiliki kios serupa yang menjual kerajinan "dot painting" di Pasar Beringharjo. Kerajinan yang dijualnya tersebut sudah diekspor ke Australia.

Perajin lain yang tergabung dalam Forkom UMKM Kecamatan Umbulharjo, Rubini pun berharap keberadaan "shuttle bus" tersebut mampu mendongkrak jumlah konsumen di XT-Square.

"Selama ini memang masih sepi. Kami juga sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan bus pariwisata untuk mendatangkan konsumen. Hasilnya juga cukup baik, setidaknya ada pembeli," katanya.

Ia pun berharap agar perajin-perajin lain bisa segera membuka kiosnya agar pasar tersebut semakin ramai pembeli.

(E013)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026