
Legislatif nilai XT -Square tidak terlambat setor PAD

Yogyakarta (Antara Jogja) - DPRD Kota Yogyakarta menilai PD Jogjatama Vishesha selaku pengelola pasar seni dan kerajinan XT-Square tidak terlambat dalam menyetorkan laba ke pendapatan asli daerah meskipun baru dilakukan pada tahun keempat operasional.
"Tidak bisa dikatakan terlambat karena memang ada jeda waktu yang diberikan kepada badan usaha milik daerah untuk bisa menyetorkan labanya ke pendapatan asli daerah. Waktu yang diberikan sekitar tiga hingga empat tahun sejak beroperasi penuh," kata Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, laba yang nantinya akan disetorkan oleh PD Jogjatama Vishesha akan masuk dalam neraca keuangan daerah mulai 2017.
"Sekarang masih dalam proses penghitungan dan audit untuk menentukan laba yang akan disetorkan ke kas daerah," katanya.
Selain PD Jogjatama Vishesha, terdapat dua badan usaha milik daerah lain yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta. Namun kedua badan usaha tersebut sudah mampu menyetorkan laba ke pendapatan asli daerah, yaitu PDAM Tirtamarta dan PD Bank Jogja.
Kewajiban PD Jogjatama Vishesha untuk menyetorkan laba ke kas daerah disebutkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2010. Di dalam peraturan tersebut disebutkan mengenai tujuan dibentuknya PD Jogjatama Vishesha yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan masyarakat, memfasilitasi UMKM, dan memperoleh keuntungan dari pengelolaan aset.
Direktur Utama PD Jogjatama Vishesha Muhammad Verga Prabowo Agus mengatakan belum bisa memastikan jumlah laba yang akan disetorkan ke kas daerah karena masih ada sekitar 1,5 bulan hingga tutup tahun anggaran.
"Jumlah setoran ke kas daerah sudah diatur yaitu 50 persen dari laba yang diperoleh," katanya.
Selama ini, pendapatan PD Jogjatama Vishesha diperoleh dari sewa aset berupa gedung dan kios yang kemudian dimanfatakan untuk menjual kerajinan, kuliner bahkan digunakan untuk membuka wahana atraksi, yaitu De Mata dan De Arca.
"Jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 1,5 juta. Sebagian besar memang tertarik untuk mengunjungi De Mata dan De Arca karena dinilai unik. Sektor kerajinan yang dulunya sepi kini sudah mulai terangkat karena banyak pengunjung yang datang," katanya.
Verga mengatakan akan mengatur alur pengunjung di XT-Square agar lebih terarah karena setiap gedung di pasar seni dan kerajinan tersebut terpisah.
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
