Logo Header Antaranews Jogja

"Kawulo Ngayogyakarta": polisi harus usut perusakan makam

Rabu, 18 September 2013 21:14 WIB
Image Print
Pintu masuk ke Makam Kiai Ageng Prawiro Purbo (Foto tembi.org)

Jogja (Antara Jogja) - Sekelompok massa yang tergabung dalam "Kawulo Ngayogyakarta Hadiningrat" meminta aparat kepolisian mengusut kasus perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiro Purbo, di Pemakaman Semaki, Kota Yogyakarta, Senin (16/9) malam.

"Kawulo Ngayogyakarta Hadiningrat", Rabu, menggelar aksi keprihatinan atas perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal dengan penutup kepala, Senin (16/9) malam.

"Kami mendesak kepolisian untuk segera mengusut aksi perusakan yang merupakan tindakan kriminal itu, apa salahnya makam dirusak. Kami mengutuk keras perusakan makam tersebut, dan kepolisian harus segera mengusutnya," kata Ketua GP Ansor Kota Yogyakarta Ambar Anto dalam aksi keprihatinan.

Ia mengatakan Yogyakarta adalah pusat budaya Jawa kaya tradisi yang harus dijunjung tinggi. Ziarah kubur, tirakat, atau "ngalap" berkah merupakan tradisi masyarakat Jawa yang sudah ada ratusan tahun dan patut dihargai.

"Kami meminta kelompok yang ingin membawa aliran yang tidak bisa menyesuaikan dengan realitas budaya yang ada di Yogyakarta silakan menyingkir saja dari tanah Jawa. Kami juga meminta kepolisian mencari para pelaku perusakan makam," katanya.

Ia juga meminta aparat keamanan untuk meningkatkan penjagaan terhadap tempat perziarahan, aset budaya, artefak, museum, dan petilasan.

Usai mengadakan aksi di depan makam cucu Sultan Hamengku Buwono VI, massa berdoa bersama di kawasan makam. Doa dilakukan beberapa tokoh secara Islam dan tradisi Jawa melalui lantunan tembang macapat.

Usai doa bersama, Ketua Sekber Keistimewaan Yogyakarta Widihasto Wasana Putra mengatakan, pihaknya mengutuk keras aksi perusakan yang dilakukan orang yang tidak menghormati budaya Jawa.

"Kami memberi waktu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus itu dan menangkap pelaku perusakan. Kalau tidak ada kejelasan penanganan kasus perusakan makam, maka kami akan mendatangi Polresta Yogyakarta," katanya.

Sebelumnya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kepolisian mencari pelaku perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiro Purbo, di Pemakaman Semaki, Kota Yogyakarta, Senin (16/9) malam.

"Area pemakamam itu bukan milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sehingga perusakan makam kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk mencari latar belakang dan pelakunya. Semoga segera bisa ditangani agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

(B015)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026