Jogja (Antara Jogja ) - Berbagai elemen dari kader Muhammadiyah Yogyakarta melakukan aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mendeklarasikan satuan tugas antikorupsi, Sabtu.
Aksi yang diikuti kurang lebih 500 orang itu terdiri atas elemen Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM).
"Deklarasi ini kami lakukan karena kami merasa sudah tidak ada lagi tokoh yang diharapkan untuk mencegah korupsi," kata Komandan Satuan Tugas (Satgas) Muda Anti-Korupsi Yogyakarta Noviar Handi Al Faani di sela-sela aksi tersebut.
Menurut dia, dengan berdirinya Satgas Muda Anti-Korupsi itu, diharapkan dapat menjadi tempat pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat berbagai tindakan koruptif oleh pihak tertentu.
"Agar supaya kami dapat turut mengadvokasi masyarakat yang dirugikan," kata dia.
Untuk dapat menaungi hal itu, menurut dia, Satgas Anti-Korupsi akan mendirikan posko-posko aduan masyarakat yang akan ditempatkan di seluruh Kantor Ranting Muhammadiyah di DIY.
"Hal ini dilakukan agar masyarakat yang kurang mampu juga bisa mendapatkan haknya melalui pengawasan kebijakan dan program pemerintah agar tidak salah sasaran," katanya.
Di samping itu, kata dia, pendirian satgas itu juga untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan korupsi.
"Kami akan melakukan pendidikan antikorupsi bagi segenap warga Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya agar peka terhadap indikasi korupsi di sekitarnya," katanya.
Dengan adanya aksi itu arah lalu lintas dari Jalan Malioboro menuju Jalan Panguraan atau arah Keraton Yogyakarta sempat dialihkan ke arah Jalan Panembahan Senopati.
(.KR-LQH)
