
Kalbe Farma raih laba Rp1,92 triliun

Jogja (Antara Jogja) - PT Kalbe Farma Tbk meraih laba sebesar Rp1,9 triliun pada 2013, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,73 triliun.
"Laba pada 2013 itu meningkat sekitar 10,8 persen dibandingkan dengan 2012," kata Head External Communication Kalbe Group, Hari Nugroho di Yogyakarta, Selasa.
Di sela seminar "Optimasi Sinergi Akademis, Industri, dan Pemerintah Dalam Menghasilkan Riset Unggulan Nasional yang Implementatif", ia mengatakan pada 2013 Kalbe Farma mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp16 triliun.
"Pendapatan sebesar itu meningkat sekitar 17 persen dibandingkan dengan 2012 yang hanya mencapai Rp13,63 triliun. Pendapatan itu diperoleh dari penjualan obat-obatan dan nutrisi," katanya.
Terkait dengan penyelenggaraan seminar, ia mengatakan kegiatan itu merupakan hasil kerja sama Kalbe Farma dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) sebagai rangkaian Ristek-Kalbe Science Awards (RKSA) 2014.
Menurut dia, kegiatan itu menjadi ajang diskusi antara kalangan akademisi, industri, dan pemerintah untuk mewujudkan sinergi dalam menghasilkan penelitian yang implementatif. RKSA merupakan ajang apresiasi bagi peneliti terbaik di Indonesia.
"Kami berharap inisiatif itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi khususnya di Indonesia," katanya.
Ia mengatakan program RKSA diadakan dua tahun sekali. RKSA pertama kali diadakan pada 2008, dan minat peneliti yang mengikuti program tersebut meningkat sekitar 20 persen setiap periode.
"Sosialisasi program itu juga didukung badan dan institusi penelitian di bawah koordinasi Kemristek sehingga diharapkan jumlah peserta menjadi lebih banyak," katanya.
Menurut dia, kegiatan RKSA 2014 bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian dalam bidang kesehatan.
"Dalam RKSA 2014 bidang kajian peneliti yang dapat diikutsertakan meliputi bahan obat atau sediaan obat, diagnostik, dan metode pengobatan pangan fungsional," katanya.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
