Kulon Progo revitalisasi tiga pasar tradisional

id kulon progo revitalisasi

Kulon Progo revitalisasi tiga pasar tradisional

Ilustrasi (Foto Antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merevitalisasi tiga pasar tradisional pada 2014.

Kepala Seksi Pengendalian dan Penertiban DisperindagESDM Kulon Progo Wahyu Wibowo di Kulon Progo, Kamis mengatakan tiga pasar tradisional tersebut yakni Pasar Jombokan Kecamatan Kokap, Pasar Banaran Kecamatan Galur dan Pasar Percontohan Sentolo.

"Kami terus mengupayakan revitalisasi pasar tradisional dalam rangka meningkatkan daya saing pedagang kecil Kulon Progo menghadapi gempuran toko jejaringan yang semakin menjamur," katanya.

Wahyu mengatakan DisperindagESDM Kulon Progo melalui anggaran belanja tambahan (ABT) 2014 juga akan melakukan revitalisasi dan pembangunan pasar hewan yakni Pasar Hewan Sentolo, Pasar Burung Wates dan Pasar Hewan Legi Pengasih.

Rencananya, lanjut Wahyu, Pasar Hewan Sentolo yang awalnya menggunakan kantor bekas Kecamatan Sentolo, akan dibangun di belakang kantor Kecamatan Sentolo yang baru menggunakan tanah kas Desa Salamrejo.

"Saat ini, kami sedang membuat rencana detail teknis untuk Pasar Burung Wates dan Pasar Hewan Sentolo. Untuk Pasar Hewan Pengasih masih tahap persiapan pengadaan lahan," kata dia.

Untuk mempersiapkan pedagang, kata dia, DisperindagESDM juga memberikan pelatihan manajemen pengelolaan pasar dan cara menghadapi persaingan kedepan.

"Kami bekali pedagang tentang pengelolaan manajemen, menata dagangan yang bagus dan supaya menjaga kebersihan pasar," kata dia.

Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono meminta Pemkab Kulon Progo, khususnya DisperindagESDM menyiapkan pedagang kecil Kulon Progo menghadapi persaingan bebas.

Selain itu, lanjut Ponimin, pemerintah harus merevitalisasi pasar-pasar tradisional supaya pedagang lokal bersaing dengan adanya toko modern.

"Pemkab harus serius menyiapkan infrastruktur yang bagus yakni pasar tradisonal yang dikelola secara modern. Sebab, transaksi dipasar tradisional sangat tinggi," katanya.

Dia mengatakan pasar tradisional itu mendekatkan pedagang dengan konsumen. Begitu juga, pedagang harus merubah cara pandang yakni melayani konsumen dengan baik.

"Saat ini, toko-toko modern berjejaring sudah sampai pelosok desa. Ini perlu kebijakan strategis, cepat dan tepat," katanya.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.