Logo Header Antaranews Jogja

Korem 072/Pamungkas-Polda DIY waspadai pascabentrokan Batam

Rabu, 24 September 2014 20:05 WIB
Image Print
Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah (foto Mamiek/Antara)

Bantul (Antara Jogja) - Komando Resor Militer 072/Pamungkas bersama Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, mewaspadai dan menjaga keamanan bersama pascabentrokan yang melibatkan anggota kepolisian dan TNI di wilayah Batam, beberapa waktu lalu.

"Setelah ada kejadian itu tentu kita semua wajib mewaspadai, saya ingat betul begitu dengar kabar itu, saya langsung telepon Kapolda, mohon izin untuk bisa saling mewaspadai, dan beliau juga dengar berita itu (bentrokan)," kata Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Fadhilah usai peresmian pembuatan lubang biopori di Kabupaten Bantul, Rabu.

Danrem mengatakan, kedua institusi tersebut juga terus berupaya menjaga hubungan yang sudah terjalin dengan baik agar jangan sampai ada gangguan dari pihak ketiga maupun pihak lain dengan memanfaatkan isu atau kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

"Sekarang ini kan zamannya orang gampang sekali mengirim sms (pesan singkat) gelap, membuat berita palsu, manas-manasi dengan berbagai macam-masam niat jahatnya," kata Danrem.

Oleh sebab itu, kata dia tugas kesatuannya adalah terus mempererat hubungan dan menjalin keakraban dengan kepolisian, bahkan belum lama ini pihaknya mengakui telah bersantai dengan kepolisian di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta termasuk kegiatan pembuatan biopori ini.

"Kami terus bahu membahu, dan kami bersyukur hubungan tetap baik, tapi tetap perlu waspda, karena kondisi seperti ini kan dinamis, dan bisa saja naik turun kondisinya tergantung dengan situasi yang berkembang, termasuk kabar yang bisa menyebabkan salah paham," katanya.

Danrem berharap kondisi yang sudah baik ini dapat terus dijaga, karena dengan kondisi yang kondusif permasalahan apapun baik yang menyangkut institusinya maupun pihak terkait bisa diselesaikan dengan baik karena tidak diselesikan dengan cara sendiri-sendiri.

"Kira-kira seperti itu, saya juga minta tolong semua masyarakat menjaga situasi, jangan malah `kompori` (memprovokasi), jangan menyebar berita yang tidak benar dan belum tentu kebenarannya serta tidak dapat dipertangungjawabkan," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026