Sleman (Antara Jogja) - Pengelola wisata minat khusus "adventure" menyusuri Sungai Gendol di lereng Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna kendaraan baik Jeep, motor trail, maupun ATV.
"Keamanan dan keselamatan atau `Safety Riding` terus ditingkatkan karena untuk meminimalkan risikonya, yang memang kondisi medan yang dilalui sedikit ekstrem," kata pengelola wisata susur Sungai Gendol, Desa Sindumartani, Nanang Setyoaji, Rabu.
Menurut dia, selain harus menggunakan helm, sepatu, sabuk pengaman (safety belt), mobil yang digunakan pun harus ada "rollbar". "Selain itu wisatawan atau pengunjung yang datang juga mulai diasuransikan," katanya.
Ia mengatakan medan yang dilewati untuk wisata "tour adventure" Sungai Gendol ini memang sedikit berbeda dengan lava tour di Kinahrejo, Cangkringan, terutama pada jalur yang digunakan.
"Tracknya lebih menantang dan sulit. Menyusuri jalur Sungai Gendol yang berhulu Gunung Merapi dan ada tiga titik tanggul naik turun yang harus dilewati. Jadi memakai mobil yang 4x2 tidak bisa, harus berkemampuan 4x4," katanya.
Nanang mengatakan, untuk jalur yang dilewati melalui Sungai Gendol, dari Jambon sampai ke bungker Merapi. Kemudian nantinya juga akan melalui Candi Morangan, serta Sendang Joholanang di Sindumartani. "Ada sirkuit juga kalau mau merasakan sensasi mobil balap offroad," katanya.
Pengunjung juga ditawarkan banyak destinasi pilihan, seperti perajin tahu, hingga budidaya ikan di Bokesan, Sindumartani. "Di tempat tersebut selain juga bisa membeli dalam bentuk mentah, dapat dinikmati ikan bakar di lokasi. Tergantung permintaan pengunjung," katanya.
Ia mengatakan, untuk tarifnya bervariasi, dari mulai Rp200 ribu hingga Rp850 ribu. "Selain itu juga disediakan pula persewaan ATV. Untuk ATV ini per jam. Satu jamnya Rp50 ribu," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengapresiasi, tumbuhnya wisata kreatif yang dikelola warga ini.
"Kami harapkan agar pelaku wisata terus memperhatikan `safety riding` bagi para pengunjungnya. Keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung harus menjadi perhatian," katanya.
(V001)
