Logo Header Antaranews Jogja

UKM Sleman harus siapkan strategi hadapi MEA

Rabu, 10 Juni 2015 19:38 WIB
Image Print
Ilustrasi pameran UMKM korban Merapi (antarayogya.com)

Sleman, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak usaha kecil dan menengah di Sleman mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai diberlakukan pada Januari 2016.

"Tidak ada pembatasan peredaran barang jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, harus siap karena sudah disepakati dengan negara-negara Asia Tenggara," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman Pustopo pada workshop dan sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN di Sleman, Rabu.

Menurut dia, UKM Sleman harus siap agar tidak jadi penonton dan terlibas ketika MEA diberlakukan.

"Pemerintah terus berupaya mendukung UKM di Sleman. Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan UKM agar dapat mempersiapkan langkah menghadapi MEA," katanya.

Pustopo berharap ketika MEA sudah jalan semua UKM siap, sudah punya strategi untuk menghadapinya sehingga adanya MEA menjadi peluang.

Sedangkan pembicara workshop dari Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan RI Fransiska Simanjuntak, mengatakan untuk menghadapi MEA yang harus dilakukan adalah menguasai bahasa asing.

"Selain itu juga dengan meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan bersertifikat bertaraf ASEAN dan internasional, perluasan networking dan memahami isi perjanjian-perjanjian di ASEAN," katanya.

Sementara Prayoga Permana, MPP dari Pusat Studi ASEAN UGM Yogyakarta mengatakan UKM menjadi tulang punggung perekonomian negara-negara ASEAN. Jumlah UKM di negara ASEAN mencapai lebih dari 96 persen dari total seluruh sektor usaha.

"Namun demikian untuk menghadapi pasar bebas masih ada permasalahan yang dihadapi UKM di Indonesia yaitu keterbatasan modal, pengetahuan tentang pasar, organisasi dan manajemen, legalisasi, jaringan pasar terbatas lokal, sentuhan teknologi dan inovasi desain," katanya.

Menurut dia, beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah UKM perlu dibekali pemahaman konsep pasar tunggal dan basis produksi regional, pembentukan "trading house" di daerah, peningkatan kapasitas UKM dan peningkatan kemitraan.

"Yang tidak kalah penting adalah reformasi birokrasi terkait prosedur perizinan, ekspor dan percepatan pembangunan infrastruktur," katanya.

Prayoga mengatakan persiapan menuju MEA masih perlu diperbaiki terutama terkait perlunya sinergi berbagai pihak dan berbagai sektor.***3***

(V001)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026